375 Ekor Kucing Diselamatkan dari Rumah Jagal Ilegal di China - Kompas.com

375 Ekor Kucing Diselamatkan dari Rumah Jagal Ilegal di China

Kompas.com - 07/12/2018, 22:31 WIB
Ilustrasi Kucing.Alamy via SCMP Ilustrasi Kucing.

TIANJIN, KOMPAS.com - Sebanyak ratusan ekor kucing dilaporkan diselamatkan dari sebuah rumah jagal ilegal yang berlokasi di timur laut China.

Sekelompok orang yang berasal dari organisasi penyayang binatang di Tianjin awalnya sedang mencari kucing peliharaan yang dilaporkan hilang ketika mereka menemukan petunjuk.

Baca juga: Ketahuan Jual Daging Kucing, Pria Kenya Dikirim ke Penjara

Anggota dengan marga Shi berkata, terdapat sebuah rumah kumuh dengan bulu kucing, kulit, dan potongan daging yang tersebar di jalan menuju ke sana.

Thecover.cn via SCMP memberitakan Jumat (7/12/2018), warga lokal yakin ada sebuah rumah jagal ilegal yang beroperasi, namun mereka tak tahu di mana.

Ketika kelompok tersebut mengikuti petunjuk tersebut, mereka menemukan total 375 ekor kucing yang terkurung dalam 24 kandang kecil.

Operasi penyelamatan dimulai pada Minggu malam (2/12/2018) dan terus berlanjut hingga Senin pagi (3/12/2018) waktu setempat.

Tidak dijelaskan bagaimana operasi penyelamatan yang dilakukan kelompok tersebut, atau keterangan apakah polisi terlibat di dalamnya.

Meiri Daily News melaporkan, dari 375 kucing yang dikeluarkan, hanya empat ekor yang mati karena menderita luka siksaan.

Semua kucing tersebut dilaporkan berada dalam penanganan dan adopsi Asosiasi Keselamatan Binatang Ibu Kota. Kebanyakan kucing itu sudah dikebiri dan kuku mereka dipotong.

Fakta itu menimbulkan kecurigaan bahwa kucing-kucing tersebut merupakan hewan peliharaan. Memakan daging kucing dilaporkan bukan perbuatan ilegal di China.

Di sana bahkan terdapat hidangan daging kucing bernama Sup Naga dan Harimau. Sempat populer di Provinsi Guangdong sebelum dilarang pada 2007.

April lalu, dua bersaudara ditangkap setelah mencuri delapan ekor kucing peliharaan di mana mereka berniat menjualnya ke restoran untuk dijadikan makanan.

Grup yang berbasis di Hong Kong, Animals Asia, mengemukakan empat juta ekor kucing dan 10 juta ekor anjing dibunuh setiap tahunnya di China untuk dijadikan makanan.

Baca juga: Di Vietnam, Daging Kucing Jadi Santapan Favorit



Close Ads X