Pakistan Tidak akan Lagi Terlibat dalam Perang Negara Lain

Kompas.com - 07/12/2018, 21:57 WIB
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan. AFP / THOMAS PETERPerdana Menteri Pakistan, Imran Khan.

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menegaskan negaranya tidak akan lagi terlibat dan menjadi senjata dalam perang negara lain.

Pernyataan yang disampaikan Khan, Jumat (7/12/2018), tersebut sebagai jawaban atas tuntutan AS kepada Islamabad yang meminta agar negara itu mengambil lebih banyak tindakan dalam melawan gerakan militansi.

Khan mendukung langkah yang diambil AS untuk pembicaraan dengan Taliban di Afghanistan, namun dia menegaskan bahwa dirinya ingin agar Pakistan dapat melangkah maju dengan kehormatan.

"Kami tidak akan lagi berjuang untuk perang orang lain dan tidak akan tunduk di hadapan siapa pun," kata Khan, yang terpilih sebagai perdana menteri setelah menang dalam pemilu Pakistan pada Juli lalu.

Baca juga: Saat Istri Mahathir Mohamad Ingin Memegang Tangan PM Pakistan...

Pakistan bergabung dalam perang melawan teroris yang digencarkan AS pada 2001 dan sejak saat itu telah membayar mahal kepada aliansi.

Dukungan Pakistan terhadap aliansi telah memicu munculnya reaksi keras dari kelompok militan di negaranya yang mengarahkan senjata ke pemerintah Pakistan, serta berujung timbulnya ribuan korban jiwa.

Keamanan telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir setelah pemerintah mengambil tindakan keras militer.

Namun Washington terus menuduh Islamabad telah mengabaikan bahkan bekerja sama dengan kelompok militan, seperti Taliban dan Haqqani, yang diduga menyerang Afghanistan dari tempat aman di sepanjang perbatasan Pakistan.

Gedung Putih meyakini, badan intelijen antar-lembaga Pakisan dan bada militer lainnya telah membantu pendanaan serta persenjataan Taliban, baik dengan alasan ideologis maupun untuk melawan pengaruh India yang terus meningkat di Afghanistan.

Washington masih meyakini bahwa peranan Pakistan dalam memberikan tindakan keras terhadap militan akan berperan penting dalam memutuskan hasil peperangan.

Namun Khan, bersikeras negaranya hanya menginginkan kedamaian untuk semua pihak.

Dan pekan ini kementerian luar negeri Pakistan mengatakan Khan telah menerima surat dari Presiden AS Donald Trump yang isinya meminta dukungan Islamabad dalam mengamankan kesepakatan damai.

"Syukur kepada Tuhan, saat ini orang-orang yang sebelumnya meminta untuk berbuat lebih, kini memohon bantuan untuk membangun perdamaian dan bernegosiasi di Afghanistan," ujarnya.

Baca juga: Trump Tuding Pakistan Tak Lakukan Apapun untuk Tangkal Terorisme

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X