Seorang Ayah yang Ingin Hadiri Pemakaman Putrinya Ditolak Masuk ke AS - Kompas.com

Seorang Ayah yang Ingin Hadiri Pemakaman Putrinya Ditolak Masuk ke AS

Kompas.com - 07/12/2018, 16:59 WIB
Hania Aguilar, remaja 13 tahun yang tewas dibunuh setelah sebelumnya diculik pada November. Ayahnya yang merupakan warga Guatemala diculik masuk ke Amerika Serikat untuk menghadiri upacara pemakamannya.AP Photo via Daily Mail Hania Aguilar, remaja 13 tahun yang tewas dibunuh setelah sebelumnya diculik pada November. Ayahnya yang merupakan warga Guatemala diculik masuk ke Amerika Serikat untuk menghadiri upacara pemakamannya.

GUATEMALA CITY, KOMPAS.com - Keinginan seorang ayah di Guatemala untuk menghadiri upacara pemakaman putrinya di Amerika Serikat ( AS) harus pupus.

Dilaporkan Daily Mail Jumat (7/12/2018), pengajuan visa ayah bernama Noe Aguilar itu untuk memberi penghormatan bagi putrinya, Hania, ditolak.

Pengacara Aguilar, Naimeh Salem, mengatakan AS menolak pengajuan visanya karena dia dianggap "tak punya hubungan yang cukup" dengan negara itu.

Baca juga: 3 Prosesi Pemakaman Unik Ditawarkan Perusahaan Rusia, Apa Saja?

"Jujur saja, di pemerintahan sebelumnya kami tak pernah mengalami masalah seperti ini," keluh Salem kepada New York Times.

"Baru di pemerintahan saat ini (Presiden Donald Trump), segala hal yang tentu membutuhkan kebijaksanaannya ditolak," lanjut pengacara imigrasi yang berbasis di Texas itu.

Aguilar punya alasan kuat ingin menghadiri pemakaman Hania. Sebab, anaknya itu tewas dibunuh di dekat rumahnya pada Oktober lalu.

Gadis berusia 13 tahun itu diculik di dekat rumahnya di Carolina Utara pada 5 November, dan jenazahnya baru ditemukan tiga pekan kemudian.

Dalam konferensi pers, Kepala Polisi Lumberton Michael McNeill mengonfirmasi dari uji laboratorium, diketahui jenazah itu adalah Hania.

"Ini adalah kabar yang tak ingin kami dengar. Kami ingin membawanya dalam keadaan selamat. Begitu menyakitkan," kata McNeill.

Hadiah 30.000 dollar AS (Rp 434,5 juta) bakal diberikan bagi siapapun yang bisa memberikan informasi mengenai para penculik.

Adapun Newsweek memberitakan, upacara untuk memakamkan Hania bakal digelar pada Sabtu nanti (8/12/2018) di Lumberton.

Kondisi itu membuat seorang perempuan bernama Monique Cespedes membuat sebuah petisi untuk mengizinkan Aguilar hadir dalam pemakaman putrinya.

Dalam petisi yang sudah memperoleh sekitar 50.000 tanda tangan itu, Cespedes menjelaskan situasi yang dihadapi Aguilar sarat akan diskriminasi.

Aguilar dianggap tak punya "hubungan cukup" karena dia tak mempunyai dokumen pendukung seperti rekening bank maupun usaha di AS.

Karena itu, Kedutaan Besar AS di Guatemala menganggapnya sebagai "risiko" di mana dia dikhawatirkan tidak akan kembali ke Guatemala.

"Tidak ada orangtua yang bisa dilarang datang ke pemakaman anak mereka sendiri. Petisi ini merupakan bentuk dukungan bagi si ayah," tulis Cespedes.

Baca juga: Salah Isi Formulir Visa, Pria Skotlandia Dilarang ke AS Selamanya


Terkini Lainnya


Close Ads X