Kompas.com - 07/12/2018, 15:43 WIB
Warga menggunakan ponsel melintas di depan toko Huawei di Shanghai. AFP / JOHANNES EISELEWarga menggunakan ponsel melintas di depan toko Huawei di Shanghai.

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang berencana mengeluarkan larangan penggunaan produk telekomunikasi dari raksasa teknologi China, Huawei dan ZTE di lingkungan pemerintahan.

Wacana larangan tersebut muncul berkaitan dengan isu keamanan siber yang belakangan mencuat.

Langkah tersebut akan diambul dengan pemerintah merevisi aturan pengadaan internal dan mengecualikan produk yang dibuat oleh Huawei dan ZTE, secepatnya pada Senin mendatang. Demikian diberitakan surat kabar Yomiuri Shimbun, Jumat (7/12/2018).

Sebelumnya, pemerintah AS telah meminta kepada negara-negara sekutu untuk menghindari penggunaan produk yang dibuat dua perusahaan tersebut karena khawatir akan adanya virus yang memungkinkan dilakukannya serangan melalui dunia maya.

"Produk domestik yang menggunakan komponen yang dibuat oleh dua perusahaan China itu juga akan dikeluarkan dari daftar penggunaan pemerintah," tulis Yomiuri, mengutip sumber pemerintah yang tidak diungkapkan namanya.

Baca juga: Bos Huawei Ditangkap Polisi Kanada atas Permintaan AS

Meski demikian, pemerintah tidak diharapkan untuk menyebutkan nama perusahaan yang dilarang secara langsung, demi menghindari kemarahan dari China.

Ditanya tentang laporan tersebut, juru bicara pemerintah, Yoshihide Jepang, menolak berkomentar. Pihaknya hanya mengatakan bahwa Jepang akan bekerja sama dengan AS atas isu-isu keamanan siber.

Laporan wacana pelarangan tersebut muncul menyusul penangkapan eksekutif Huawei yang dikecam China dan membuat pasar global terguncang akan kekhawatiran peningkatan ketegangan antara Beijing dengan Washington.

Chief Financial Officer (CFO) Huawei, Wanzhou Meng, ditangkap kepolisian Kanada saat transit di Bandara Vancouver. Meng ditahan atas permintaan ekstradisi oleh Amerika Serikat, Sabtu (1/12/2018) lalu.

Pemerintah disebut tengah menggelar penyelidikan terhadap Huawei atas dugaan melakukan pelanggaran terhadap sanksi kepada Iran.

Perusahaan tersebut telah diperiksa oleh intelijen AS dan dianggap sebagai perusahaan yang menjadi ancaman keamanan nasional.

Produsen ponsel pintar murah, Huawei telah membuat terobosan di negara-negara berkembang. Namun perusahaan itu menghadapi kemunduran di negara Barat dengan ekonomi maju terkait dengan masalah keamanan.

Terlepas dari kekhawatiran itu, Huawei telah berada dalam pengawasan Washington selama lebih dari satu dekade terakhir. Selain itu juga menghadapi larangan untuk kontrak 5G di Australia dan Selandia Baru.

Baca juga: Ikuti Anjuran AS, Selandia Baru Larang Perangkat 5G Huawei



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X