Kantor CNN New York Kembali Dapat Ancaman Bom, Orang-orang Dievakuasi - Kompas.com

Kantor CNN New York Kembali Dapat Ancaman Bom, Orang-orang Dievakuasi

Kompas.com - 07/12/2018, 13:34 WIB
Satuan Penjinak Bom dari Kepolisian New York saat terjadi penemuan paket berbahaya di markas CNN di New York, Oktober lalu.AFP / TIMOTHY A CLARY Satuan Penjinak Bom dari Kepolisian New York saat terjadi penemuan paket berbahaya di markas CNN di New York, Oktober lalu.

NEW YORK, KOMPAS.com — Evakuasi dilakukan terhadap orang-orang di kantor CNN New York menyusul adanya ancaman bom, pada Kamis (6/12/2018) malam.

Alarm kebakaran yang ada di dalam gedung berbunyi sekitar pukul 22.30 malam dan mendorong dilakukannya evakuasi terhadap orang-orang agar segera meninggalkan gedung CNN menuju tempat yang aman.

Kegiatan siaran pun segera dialihkan ke program rekaman, sementara kru segera diarahkan keluar dari gedung untuk dilakukan pencarian benda berbahaya oleh petugas kepolisian.

Satu jam kemudian, jaringan kantor berita itu kembali melanjutkan siaran melalui Skype.

"Orang-orang bertanya-tanya mengapa saya muncul di Skype, apakah ada kendala teknis. Ini semua karena kami terpaksa berhenti siaran karena adanya ancaman bom terhadap kantor CNN," kata pembawa acara, Don Lemon.

Baca juga: Karena Ancaman Bom, 9 Pesawat Mendarat Darurat di 3 Negara

"Kami semua dievakuasi dan kami sama tidak tahunya dengan Anda," tambahnya seperti dilansir AFP.

Sementara kepolisian New York mengumumkan melalui Twitter, penyelidikan polisi tengah dilakukan di Columbus Circle, sekitar lokasi kantor CNN di New York.

"Karena penyelidikan polisi di Columbus Circle, ruas jalan di West 58th Street antara 8th and 9th Avenue ditutup untuk lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki," tulis pengumuman polisi.

"Warga dimohon menghindari area ini. Informasi lanjutan akan disampaikan kemudian," lanjut pengumuman tersebut.

Situasi darurat berlangsung selama sekitar 90 menit. Menjelang tengah malam, CNN mengabarkan, pihak kepolisian mengumumkan bahwa situasi dipastikan aman dan orang-orang dipersilakan kembali ke dalam gedung.

Petugas polisi memastikan tidak ada bahan peledak maupun materi berbahaya lainnya yang ditemukan di dalam gedung.

Ancaman bom terhadap kantor berita CNN bukan baru kali ini terjadi. Pada Oktober lalu, sebuah paket yang berisi bahan peledak ditemukan di markas CNN di New York.

Temuan paket bahan peledak itu bersamaan dengan sejumlah paket serupa yang dikirimkan ke sejumlah tokoh dan politisi, termasuk Hillary Clinton dan kediaman Barack Obama.

Seorang pria asal Florida bernama Cesar Sayoc ditahan polisi dan diduga menjadi pelaku pengiriman paket yang menurut petugas federal mencapai 30-an tersebut. Tersangka diancam dengan hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Baca juga: Kantor CNN Dikirimi Paket Bom, Trump Minta Media Hentikan Permusuhan



Close Ads X