WHO: Tiap 24 Detik Satu Orang Tewas akibat Kecelakaan Lalu Lintas - Kompas.com

WHO: Tiap 24 Detik Satu Orang Tewas akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Kompas.com - 07/12/2018, 13:03 WIB
Kecelakaan lalu lintas.Shutterstock Kecelakaan lalu lintas.

NEW YORK, KOMPAS.com - Setiap tahun tercatat 1,35 juta orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia.

Artinya, setiap 24 detik terdapat satu orang kehilangan nyawa di jalanan di seluruh dunia ini.

Data ini dirilis Badan Kesehatan Dunia ( WHO) pada Jumat (7/12/2018) sekaligus mendesak dunia untuk mengambil langkah konkrit.

Baca juga: Dibandingkan Tahun 2017, Angka Kecelakaan Lalu Lintas hingga H+8 Turun 30 Persen


WHO menambahkan, hanya dalam kurun waktu tiga tahun jumlah korban tewas di jalan raya bertambah 100.000 orang.

Kini, kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh utama manusia dengan rentang usia lima hingga 29 tahun.

"Seluruh angka kematian ini merupakan harga yang tak sepadan dengan mobilitas manusia," kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Tak ada alasan lagi untuk tidak bertindak. Ini adalah masalah yang bisa dipecahkan," tambah Tedros.

Laporan Global tentang Keamanan Jalan Raya yang dirilis WHO yang menggunakan data dari 2016 menunjukkan situasi memang memburuk.

Dalam laporan terakhir, yang menggunakan data 2013, jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia mencapai 1,25 juta orang.

Meningkatnya angka kecelakaan fatal di jalan raya menurut WHO berbanding lurus dengan semakin bertambahnya jumlah manusia dan mobil di seluruh dunia.

"Kondisi ini membuat sejumlah negara dengan pendapatan menengah dan tinggi telah melakukan mitigasi terhadap masalah ini," ujar WHO.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan adalah pembatasan kecepatan, larangan mengemudi sambil minum, penggunaan sabuk pengaman, serta keamanan untuk penumpang anak.

Selain itu, beberapa negara juga membangun infrastruktur yang meningkatkan keamanan misalnya trotoar, jalur sepeda, dan standar kendaraan yang lebih baik.

Sayangnya, banyak negara yang berpenghasilan rendah belum menerapkan hal-hal yang meningkatkan keamanan di jalan raya.

Misalnya di Afrika. Angka kematian di jalan raya terbilang tinggi yaitu 26,6 kematian tiap 100.000 orang warga.

Bandingkan dengan Eropa yang hanya mencatatkan 9,3 kematian di jalan raya untuk setiap 100.000 warga.

Fakta lain yang menyedihkan dari laporan ini adalah lebih dari separuh korban tewas adalah para pejalan kaki dan pengendara kendaraan roda dua.

Di seluruh dunia penjalan kaki dan pengendara sepeda motor mencakup 26 persen dari seluruh korban tewas.

Angka ini di Afrika melonjak drastis menjadi 44 persen korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas adalah pejalan kaki dan pengendara kendaraan roda dua.

Baca juga: PM Polandia Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas, Pria 21 Tahun Dituntut

Sedangkan pengendara dan pembonceng sepeda motor mencakup 28 persen jumlah seluruh korban tewas di dunia

Untuk bagian ini di Asia Tenggara jumlahnya mencapai 43 persen dari seluruh korban tewas. 


Terkini Lainnya


Close Ads X