Antisipasi Massa Rompi Kuning, Menara Eiffel dan Pertokoan di Paris Tutup

Kompas.com - 07/12/2018, 08:02 WIB
Seorang demonstran mengenakan rompi kuning memegang bendera Perancis saat berdiri di lampu merah di Champs Elysee, di Paris, Perancis, Sabtu (24/11/2018). Massa rompi kuning kembali berunjuk rasa untuk memprotes kenaikan harga minyak. (AFP/Bertrand Guay) Seorang demonstran mengenakan rompi kuning memegang bendera Perancis saat berdiri di lampu merah di Champs Elysee, di Paris, Perancis, Sabtu (24/11/2018). Massa rompi kuning kembali berunjuk rasa untuk memprotes kenaikan harga minyak. (AFP/Bertrand Guay)

PARIS, KOMPAS.comMenara Eiffel, museum Louvre, dan pertokoan di Champs-Elysees, Perancis, akan ditutup pihak berwenang menyusul kekerasan selama aksi protes massa rompi kuning dalam beberapa pekan terakhir.

Diwartakan AFP, Kamis (6/12/2018), pemerintah kewalahan untuk mencegah insiden pada Sabtu lalu karena terjadi pembakaran mobil dan pertempuran jalanan antara pemrotes dengan polisi.

Massa dengan menggunakan rompi kuning menggelar aksi protes karena meningkatnya biaya hidup akibat pajak tinggi.

Baca juga: Dapat Ancaman Mati, Massa Rompi Kuning Urung Bertemu PM Perancis


Seorang pejabat kementerian dalam negeri mengatakan, pihak berwenang akan mengantisipasi kekerasan yang signifikan pada Sabtu mendatang.

Pengunjuk rasa berencana berkumpul di ibu kota lagi sehingga muncul kekhawatiran adanya kerusuhan dan penjarahan seperti pekan lalu.

Perdana Menteri Perancis Edouard Philippe mengatakan, 8.000 polisi akan dikerahkan di Paris bersama dengan belasan kendaraan lapis baja.

Di seluruh negeri, sekitar 89.000 polisi akan dimobilisasi. Jumlah itu meningkat dari pengamanan akhir pekan lalu dengan polisi berjumlah 65.000 personel.

Pertokoan dan bisnis di dekat Champ-Elysees diimbau menutup pintu, melindungi jendela-jendela yang terbuka, dan menarik semua perabotan di luar ruangan.

Namun, langkah tersebut akan mengurangi pendapatan ribuan euro karena turis dan penduduk lokal tetap akan berlibur pada akhir pekan.

Selain toko ditutup, satu pertandingan sepak bola yang melibatkan Paris Saint-Germain yang dijadwalkan pada Sabtu bahkan harus ditunda.

Protes pelajar

Aksi protes rompi kuning yang dimulai pada 17 November lalu digelar untuk menentang kenaikan pajak bahan bakar.

Kini, para pengunjuk rasa terutama dari kota kecil dan pedesaan Perancis itu mendapat dukungan publik yang luas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X