Trudeau: Tak Ada Unsur Politik dalam Penangkapan Petinggi Huawei - Kompas.com

Trudeau: Tak Ada Unsur Politik dalam Penangkapan Petinggi Huawei

Kompas.com - 07/12/2018, 06:38 WIB
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau saat berkunjungan ke China.FRED DUFOUR / AFP Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau saat berkunjungan ke China.

MONTREAL, KOMPAS.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyatakan tidak ada unsur politik dalam penangkapan salah satu petinggi eksekutif Huawei pada Sabtu lalu.

Seperti diketahui, Chief Financial Officer (CFO) Huawei, Wanzhou Meng, ditangkap kepolisian Kanada saat transit di bandara Vancouver.

Diwartakan AFP, Meng ditahan atas pemintaan ekstradisi oleh Amerika Serikat.

"Saya dapat meyakinkan semua orang bahwa kami adalah negara dengan peradilan yang independen," kata Trudeau dalam konferensi teknologi di Montreal, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Bos Huawei Ditangkap Polisi Kanada atas Permintaan AS

"Dan mereka mengambil keputusan ini tanpa keterlibatan atau campur tangan politik," imbuhnya.

Trudeau menolak berkomentar lebih lanjut mengenai kasus ini, dengan mengutip larangan publikasi yang dianjurkan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan menekankan, lembaga kepolisian Kanada bekerja secara mandiri dari pemerintah.

"Kami memiliki proses peradilan yang baik dalam langkah selanjutnya," ucapnya.

Dia menepis kekhawatiran seorang diplomat yang berselisih dengan China mengenai penangkapan Meng.

Kepala keamanan dunia maya Kanada, Scott Jones, mengaku siap mengantisipasi serangan siber balas dendam atas penangkapan tersebut.

"Kita harus selalu tangguh, tidak peduli apa pemicu yang mungkin terjadi," tuturnya.

Meng dijadwalkan akan muncul di persidangan pada Jumat (7/12/2018) waktu setempat untuk pemeriksaan jaminan.

Melansir BBC, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menolak mengomentari penangkapan tersebut.

Baca juga: Ikuti Anjuran AS, Selandia Baru Larang Perangkat 5G Huawei

Dia malah berbicara tentang keprihatinan besar atas praktik bisnis perusahaan China dan kemungkinan operasi mereka sebagai "senjata" pemerintah.

Anggota parlemen AS berulang kali menuding perusahaan itu sebagau ancaman terhadap keamanan nasional AS karena teknologinya dapat digunakan untuk memata-matai.

AS, Australia, dan Selandia Baru telah memblokir penggunaan perangkat Huawei di bidang infrastruktur untuk jaringan seluler 5G, dengan alasan masalah keamanan.


Terkini Lainnya

Disandera 2 Bulan 26 Hari, Usman Akhirnya Bisa Kembali ke Keluarganya

Disandera 2 Bulan 26 Hari, Usman Akhirnya Bisa Kembali ke Keluarganya

Nasional
VIDEO: Respons Sandiaga Uno Saat Ditolak Kedatangannya di Labuhanbatu

VIDEO: Respons Sandiaga Uno Saat Ditolak Kedatangannya di Labuhanbatu

Nasional
Kesiapan Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru, Waspada Pelemparan Batu dan Banjir

Kesiapan Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru, Waspada Pelemparan Batu dan Banjir

Regional
Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Nasional
8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

Regional
5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

Regional
5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali 'Pertunjukan' hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali "Pertunjukan" hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

Regional
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

Regional
Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergisitas TNI-Polri

Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergisitas TNI-Polri

Nasional
7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

Megapolitan
Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Regional
Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Nasional
Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Regional
Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Megapolitan
Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Regional

Close Ads X