Apakah Suatu Aksi Pembantaian Dapat Dikategorikan sebagai Terorisme?

Kompas.com - 06/12/2018, 17:27 WIB
Ilustrasi TerorismeShutterstock Ilustrasi Terorisme

KOMPAS.com – Kata " terorisme" tentu sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia, terlebih semenjak sejumlah aksi teror dengan cara bom bunuh diri terjadi di berbagai wilayah.

Namun, selama ini secara tidak disadari kita memahami arti kata terorisme secara sempit. Terorisme kerap dikaitkan dengan kejahatan tertentu, atau pelaku yang berasal dari kelompok masyarakat tertentu.

Terorisme secara umum dipahami sebagai tindakan yang menimbulkan rasa takut dan teror di masyarakat.


Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan terorisme? Apa pembantaian yang dilakukan kelompok separatisme bersenjata dapat dikategorikan sebagai terorisme?

Sebelum label " teroris" diberikan, ada baiknya memahami terlebih dulu definisi "terorisme".

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "terorisme" diartikan sebagai penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik).

Dengan demikian, aksi kelompok separatis bersenjata yang ingin memisahkan diri dari negara induknya tentu saja memiliki motif politik. Namun, apakah sesederhana itu?

Jika dilansir dari The Conversation, pengertian terorisme memang bisa berbeda di tiap negara. Di Australia, misalnya, terorisme didasarkan pada beberapa hal.

  • Pertama, ditujukan untuk memenangkan tujuan politik, agama, dan ideologi.
  • Kedua, dilakukan untuk memaksa atau memengaruhi pemerintah dengan mengintimidasi sebagian pihak masyarakat.
  • Ketiga, perbuatan itu menyebabkan kematian, luka serius, atau kerusakan parah pada suatu properti atau fasilitas publik.

Lebih jauh, berikut ini penjelasan mengenai terorisme dan bedanya dengan kejahatan lain, berdasarkan definisi yang dijelaskan oleh Freeman Spogli Institute for International Studies di Stanford University, Amerika Serikat.

Terorisme dan pembunuhan

Ilustrasi 
DIDIE SW/dok. Kompas.com Ilustrasi
Kedua jenis kejahatan itu sama-sama menghilangkan nyawa manusia. Namun, ada perbadaan mendasar, menghilangkan nyawa seperti apa yang disebut sebagai aksi terorisme dan pembunuhan biasa.

Pembunuhan biasa adalah tindakan menghilangkan nyawa orang lain secara paksa yang hanya dimaksudkan untuk membunuh orang tersebut.

Sementara terorisme, ini merupakan penghilangan nyawa seseorang atau banyak orang dengan tujuan yang lebih luas dan besar. Adapun tujuan itu bisa bermotif politik, agama, atau ideologi tertentu.

Terorisme lebih terorganisasi

Jika dibandingkan jenis kekerasan atau kejahatan biasa, terorisme cenderung lebih tertata rapi. Ia adalah sebuah metode, taktik, strategi, sarana untuk mencapai tujuan yang tidak terbatas pada ideologi tertentu.

Hal ini menyebabkan sebuah aksi terorisme tidak harus dieksekusi dengan cepat atau segera. Aksi terorisme bisa direncanakan secara matang dan membutuhkan waktu lebih lama.

Lamanya waktu tidak begitu dipertimbangkan, karena hal yang terpenting adalah kematangan berpikir dan aksi yang akan dilaksanakan selanjutnya.

Ini sangat berbeda dengan kejahatan atau kekerasan biasa lainnya yang cenderung dilakukan dengan begitu saja, kapan pun ada kesempatan dan kondisi yang mendukung.

Terorisme senang dipublikasikan

Ilustrasi Media Sosial.Jitet/KOMPAS Ilustrasi Media Sosial.
Hal terakhir yang bisa dijadikan sebagai pembeda kejahatan biasa dan terorisme terletak pada segi publikasinya di media massa dan masyarakat luas.

Pelaku kejahatan biasa tidak ada yang menginginkan perbuatannya diketahui banyak orang, entah karena alasan takut, malu, atau pertimbangan yang lainnya.

Ini berbeda dengan aksi terorisme yang pelaku atau kelompok pelakunya menginginkan aksinya tersebar luas di masyarakat.

Semakin luas informasi tentang teror yang diperbuat tersebar, mereka akan merasa semakin senang. Karena teror yang mereka sebarkan merasuk ke lingkungan masyarakat yang lebih besar.



Terkini Lainnya


Close Ads X