Putin Ancam Bakal Kembangkan Rudal Nuklir yang Dilarang Perjanjian INF

Kompas.com - 06/12/2018, 12:17 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin.AFP / ALEXEY NIKOLSKY / SPUTNIK Presiden Rusia Vladimir Putin.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan mengembangkan rudal nuklir yang dilarang dalam Traktat Persenjataan Nuklir Jarak Menengah (INF).

INF merupakan perjanjian antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 1987 tentang penghilangan semua nuklir dan misil konvensional jarak pendek dan menengah beserta peluncurnya.

Melansir BBC, ancaman itu dikeluarkan Putin apabila AS keluar dari perjanjian tersebut.

Pernyataannya juga sekaligus menyusul tudingan dari NATO tentang Rusia yang dianggap telah melanggar INF. Bagi Putin, tuduhan tersebut hanyalah dalih bagi AS untuk meninggalkan kesepakatan itu.


Baca juga: AS Beri Rusia 60 Hari untuk Bongkar Misil yang Langgar Perjanjian Nuklir

Menurut dia, banyak negara lain telah mengembangkan senjata yang dilarang di bawah perjanjian INF.

"Sekarang tampaknya mitra Amerka kami yakin situasinya telah berubah begitu banya sehingga harus memiliki senjata semacam itu," katanya, Rabu (5/12/2018).

"Apa tanggapan kita? Ini sederhana, kalau begitu kita juga akan melakukannya (mengembangkan rudal)," imbuhnya.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump pada Oktober lalu memicu kekhawatiran global dengan menyatakan AS akan menarik diri dari kesapakatan INF.

Pada Senin lalu, Trump mengaku ingin berbicara dengan Putin dan Presiden China Xi Jinping untuk menghadang perlombaan senjata yang tak terkendali.

Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov mengatakan, otoritas akan meningkatkan kemampuan senjata nuklir strategis berbasis darat.

"Salah satu faktor destruktif utama yang menyulitkan situasi internasional adalah AS bertindak karena berupaya mempertahankan peran dominannya di dunia," ucapnya, seperti diwartakan AFP.

"Untuk tujuan ini, AS dan sekutunya mengambil langkah komprehensif dan terpadu untuk membatasi Rusia dan meragukan peran Rusia dalam urusan internasional," imbuhnya.

Baca juga: Presiden Venezuela Menuju Rusia untuk Rapat Penting dengan Putin

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pimpeo menyatakan, akan memberi waktu 60 hari kepada Rusia untuk membongkar persenjataan misilnya, yang melanggar perjanjian nuklir INF.

"AA hari ini mendeklarasikan Rusia telah melanggar isi perjanjian dan kami akan menangguhkan kewajiban kami memperbaikinya dalam 60 hari," tuturnya.

"Kecuali Rusia bersedia kembali mematuhi secara penuh perjanjian tersebut," imbuhnya.



Terkini Lainnya


Close Ads X