Komisi HAM PBB Serukan Penyelidikan Internasional atas Kasus Khashoggi

Kompas.com - 05/12/2018, 19:54 WIB
Potongan rekaman kamera pengawas memperlihatkan Jamal Khashoggi (kiri) ketika memasuki gedung konsulat di Istanbul, Turki. Sedangkan foto kanan adalah pelaku yang mengenakan pakaian sama dengan Khashoggi beberapa jam setelah jurnalis 60 tahun itu memasuki gedung.via CNN Potongan rekaman kamera pengawas memperlihatkan Jamal Khashoggi (kiri) ketika memasuki gedung konsulat di Istanbul, Turki. Sedangkan foto kanan adalah pelaku yang mengenakan pakaian sama dengan Khashoggi beberapa jam setelah jurnalis 60 tahun itu memasuki gedung.

JENEWA, KOMPAS.com - Ketua Komisi HAM PBB Michelle Bachelet menyerukan adanya penyelidikan internasional untuk mengungkap pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Pernyataan Bachelet terjadi setelah Jaksa Penuntut Turki mengajukan permohonan untuk menangkap dua orang kepercayaan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ( MBS).

Baca juga: Pembunuhan Khashoggi, Turki Berniat Menangkap Dua Sekutu MBS

"Saya sangat yakin (penyelidikan internasional) itu diperlukan untuk memastikan apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab," ujarnya dikutip The Independent Rabu (5/12/2018).


Dua orang kepercayaan itu adalah mantan penasihat bidang komunikasi Saud al-Qahtani dan mantan Wakil Kepala Intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri.

Merujuk kepada sumber penyelidik Turki, Kantor Jaksa Penuntut telah mengajukan permohonan untuk menangkap kepada Qahtani dan Assiri.

Jaksa penuntut menyimpulkan terdapat dugaan kuat baik Qahtani dan Assiri terlibat dalam merencanakan pembunuhan terhadap Khashoggi.

"Langkah jaksa mengajukan permohonan penahanan menunjukkan otoritas Saudi untuk memproses dua orang itu secara hukum," kata sumber itu.

Assiri dan Qahtani dipecat dari jabatannya setelah Riyadh mengakui kolumnis The Washington Post itu dibunuh di dalam gedung konsulat.

Selain itu, Ankara juga meminta Saudi melaksanakan ekstradisi 18 pelaku, di mana 15 di antaranya merupakan tim eksekutor yang membunuh Khashoggi di Istanbul, Turki.

Selama ini, seperti diberitakan AFP, Ankara selalu mengeluhkan Saudi kurang bekerja sama dengan mereka dalam mengusut kasus tersebut.

"Keluhan itu bisa diatasi dengan Saudi berkomitmen menyerahkan para pelaku pembunuhan Khashoggi kepada kami," tutur pejabat anonim itu.

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) pada November dilaporkan menyimpulkan MBS yang memerintahkan untuk melenyapkan Khashoggi.

Baca juga: Di Pesan WhatsApp, Jamal Khashoggi Sebut MBS sebagai Binatang Buas



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X