Kompas.com - 05/12/2018, 19:25 WIB

DOHA, KOMPAS.com - Raja Salman dari Arab Saudi dilaporkan memberikan undangan kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Dilaporkan Al Jazeera Rabu (5/12/2018), Raja Salman mengundang Sheikh Tamim untuk menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Negara Teluk (GCC) di Riyadh 9 Desember mendatang.

Baca juga: Per 1 Januari 2019, Qatar Keluar dari OPEC

"Yang Mulia Emir telah menerima pemberitahuan undangan dari Kerajaan Saudi untuk hadir dalam pertemuan GCC," demikian disampaikan Qatar News Agency di Twitter.

Undangan itu diberikan kepada Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif bin Rashid Al Zayani saat bertemu Menteri Luar Negeri Qatar Sultan bin Saad Al Muraikhi.

QNA tidak memberitakan apakah emir 38 tahun yang berkuasa sejak Juni 2013 itu bakal menerima undangan Saudi dan bertolak ke Riyadh.

Diwartakan Middle East Eye, undangan itu muncul setahun sejak Qatar diblokade oleh Saudi dan tiga negara Arab lainnya pada Juni 2017.

Saudi bersama Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memblokade Qatar dari darat, laut, dan udara setelah dituduh mendukung terorisme dan mengacaukan stabilitas kawasan.

Selain itu, undangan tersebut terjadi setelah Doha memutuskan untuk keluar dari Organisasi Eksporter Minyak Dunia (OPEC) per 1 Januari 2019 mendatang.

Menteri Energi Qatar Saad Sherida Al-Kaabi menyatakan keputusan Qatar hengkang dari OPEC dikarenakan mereka ingin fokus meningkatkan produksi gas bumi.

Polemik antara Qatar dan empat negara Arab lainnya membuat Kuwait dan Amerika Serikat (AS) turun tangan dengan menjadi penengah.

Washington mempunyai kepentingan karena Qatar adalah markas terbesar pasukan mereka di Timur Tengah, sekaligus menangkal pengaruh Iran.

Mencairnya hubungan Saudi dan Qatar terjadi setelah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman melontarkan pujian dalam konferensi Future Investment Initiative Oktober lalu.

"Qatar, di samping perbedaan yang kami punya, adalah negara dengan ekonomi kuat. Mereka bakal melakukan pekerjaan hebat dalam lima tahun ke depan," kata pangeran berjuluk MBS itu.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Luar Negeri Khaled al-Jarallah berharap adanya peningkatan level delegasi yang hadir dalam pertemuan GCC.

Dalam konferensi GCC di Kuwait tahun lalu, Saudi, Bahrain, dan UEA hanya mengirimkan pejabat setingkat menteri atau wakil perdana menteri, bukan kepala negara.

"Saya optimis tingkat perwakilan bakal meningkat pada 2018 ini dan menampilkan kemurahan hati para pemimpin GCC untuk mempertahankan hubungan," ujar Jarallah.

Baca juga: Qatar Siap Beri Bantuan Rp 2,2 Triliun untuk Gaza

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.