Kompas.com - 05/12/2018, 19:25 WIB

Washington mempunyai kepentingan karena Qatar adalah markas terbesar pasukan mereka di Timur Tengah, sekaligus menangkal pengaruh Iran.

Mencairnya hubungan Saudi dan Qatar terjadi setelah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman melontarkan pujian dalam konferensi Future Investment Initiative Oktober lalu.

"Qatar, di samping perbedaan yang kami punya, adalah negara dengan ekonomi kuat. Mereka bakal melakukan pekerjaan hebat dalam lima tahun ke depan," kata pangeran berjuluk MBS itu.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Luar Negeri Khaled al-Jarallah berharap adanya peningkatan level delegasi yang hadir dalam pertemuan GCC.

Dalam konferensi GCC di Kuwait tahun lalu, Saudi, Bahrain, dan UEA hanya mengirimkan pejabat setingkat menteri atau wakil perdana menteri, bukan kepala negara.

"Saya optimis tingkat perwakilan bakal meningkat pada 2018 ini dan menampilkan kemurahan hati para pemimpin GCC untuk mempertahankan hubungan," ujar Jarallah.

Baca juga: Qatar Siap Beri Bantuan Rp 2,2 Triliun untuk Gaza

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.