Parlemen Inggris Mulai Perdebatan soal Nasib Brexit - Kompas.com

Parlemen Inggris Mulai Perdebatan soal Nasib Brexit

Kompas.com - 05/12/2018, 17:52 WIB
Foto patung Winston Churchill menghadap Houses of Parliament London, Jumat (24/6/2016).AP Photo/Matt Dunham Foto patung Winston Churchill menghadap Houses of Parliament London, Jumat (24/6/2016).

LONDON, KOMPAS.com - Para anggota parlemen Inggris pada Selasa (4/12/2018) memulai debat lima hari tentang draf perjanjian antara Inggris dan Uni Eropa soal prosedur Brexit.

Pada 11 Desember mendatang, pemungutan suara akan dilakukan di parlemen untuk menentukan nasib perjanjian itu.

"Warga Inggris ingin agar kita melanjutkan dengan kesepakatan yang menghormati hasil referendum dan memungkinkan kita bersatu lagi sebagai sebuah negara, apa pun pilihan kita," kata Perdana Menteri Inggris Theresa May.

"Inilah kesepakatan yang ditawarkan kepada rakyat Inggris," ucapnya.

Baca juga: Bank Sentral: Brexit Bisa Bikin Ekonomi Inggris Melorot 8 Persen

Masih belum jelas tentang apakah May, yang memimpin pemerintahan minoritas, mampu memenangkan cukup suara untuk meloloskan kesepakatan itu..

Tanpa kesepakatan, maka Inggris mulai 29 Maret 2019 otomatis keluar dari keanggotaan Uni Eropa.

Itu berarti banyak undang-undang dan aturan Uni Eropa yang tadinya berlaku bagi Inggris, akan tidak berlaku lagi. Banyak kalangan khawatir mengenai kemungkinan terjadinya kekacauan besar.

Warga Uni Eropa yang tinggal dan bekerja di Inggris mendadak tidak berhak lagi mendapat izin tinggal dan kerja, demikian juga sebaliknya berlaku bagi warga Inggris di Uni Eropa.

Kelompok garis keras anti-Uni Eropa dalam partai menyebut Inggris terlalu dekat dengan Uni Eropa dan berencana untuk menentangnya.

Anggota parlemen pro-Uni Eropa di seluruh spektrum politik mengatakan kesepakatan itu lebih buruk daripada tetap di blok.

Kritik dari berbagai arah

Partai-partai oposisi, termasuk Partai Buruh yang merupakan partai terbesar kedua di Inggris, menyatakan akan menentang kesepakatan itu.

Jika May tidak berhasil meloloskan rancangan kesepakatan, dia bisa saja memutuskan untuk mengundurkan diri atau melaksanakan pemilu atau referendum baru.

Baca juga: Menjamu Raja Belanda, Ratu Elizabeth II Bicara Brexit untuk Kali Pertama

Semua langkah itu akan membawa Inggris dalam situasi ketidakpastian.

Bank sentral Inggris, Bank of England, pada pekan lalu memperingatkan, jika Inggris keluar tanpa kesepakatan maka akan berdampak parah bagi ekonomi dan perdagangan Inggris yang bisa anjlok sampai 8 persen.

Jajak pendapat terakhir menunjukkan, hanya kurang dari 30 persen pemilih Inggris setuju dengan kesepakatan itu.

Dalam referendum Mei 2016, ada 52 persen pemilih yang setuju Inggris keluar dari Uni Eropa.


Terkini Lainnya

14 Desember 1911, Roald Amundsen Orang Pertama Mencapai Kutub Selatan

14 Desember 1911, Roald Amundsen Orang Pertama Mencapai Kutub Selatan

Internasional
Arus Lalin Ditutup atau Dialihkan Saat Pawai Kemenangan Persija Besok

Arus Lalin Ditutup atau Dialihkan Saat Pawai Kemenangan Persija Besok

Megapolitan
Agar Objektif, Tim Investigasi Perusakan Polsek Ciracas Sebaiknya dari TNI dan Polri

Agar Objektif, Tim Investigasi Perusakan Polsek Ciracas Sebaiknya dari TNI dan Polri

Nasional
Kasus Wali Kota Pasuruan, KPK Panggil Dua Pejabat Dinas PUPR

Kasus Wali Kota Pasuruan, KPK Panggil Dua Pejabat Dinas PUPR

Nasional
Disandera 2 Bulan 26 Hari, Usman Akhirnya Bisa Kembali ke Keluarganya

Disandera 2 Bulan 26 Hari, Usman Akhirnya Bisa Kembali ke Keluarganya

Nasional
VIDEO: Respons Sandiaga Uno Saat Ditolak Kedatangannya di Labuhanbatu

VIDEO: Respons Sandiaga Uno Saat Ditolak Kedatangannya di Labuhanbatu

Nasional
Kesiapan Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru, Waspada Pelemparan Batu dan Banjir

Kesiapan Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru, Waspada Pelemparan Batu dan Banjir

Regional
Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Nasional
8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

Regional
5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

Regional
5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali 'Pertunjukan' hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali "Pertunjukan" hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

Regional
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

Regional
Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergisitas TNI-Polri

Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergisitas TNI-Polri

Nasional
7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

Megapolitan
Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Regional

Close Ads X