Mendiang Mantan Presiden AS George HW Bush Pernah Selamat dari Kanibal - Kompas.com

Mendiang Mantan Presiden AS George HW Bush Pernah Selamat dari Kanibal

Kompas.com - 05/12/2018, 16:34 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat George HW Bush bersama Presiden aktif AS Barack Obama saat menghadiri acara di East Room, Gedung Putih, pada 15 Juli 2013. George Bush Senior meninggal Jumat (30/11/2018) dalam usia 94 tahun.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Mantan Presiden Amerika Serikat George HW Bush bersama Presiden aktif AS Barack Obama saat menghadiri acara di East Room, Gedung Putih, pada 15 Juli 2013. George Bush Senior meninggal Jumat (30/11/2018) dalam usia 94 tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mendiang mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George HW Bush mengisahkan bagaimana dirinya selamat dari kanibal.

Kisah itu diutarakan Jon Meacham, sejarawan presidensial sekaligus penulis buku Destiny and Power: The American Odyssey of George Herbert Walker Bush.

Diwartakan Newsweek Selasa (4/12/2018), Bush berusia 18 tahun ketika Jepang menyerang Pangkalan Pearl Harbor di Hawaii pada 7 Desember 1941.

Baca juga: Trump dan Melania Beri Penghormatan Terakhir pada George HW Bush

Serangan yang menewaskan 2.335 pelaut itu membuat George Bush Senior merasa dia harus berkontribusi terhadap negaranya saat AS terjun ke Perang Dunia II.

Kemudian pada 2 September 1944, dia menjadi penerbang angkatan laut dan mendapat misi untuk menyerang Pulau Chichijima.

Bush mendapat tugas melumpuhkan komunikasi Jepang dengan menghancurkan radio penting yang dibangun di pulau tersebut.

Dia terbang dua pilot lainnya ketika mendapat serangan anti-pesawat dari Jepang. Saat itu, dia menyadari harus segera keluar dari pesawat.

"Ya Tuhan. Benda ini bakal meledak," ungkap Bush mengenang kembali memorinya seperti dikutip Meacham yang kemudian dipublikasikan The Washington Post.

Dia memperingatkan dua rekannya untuk segera keluar dari pesawat sementara di sendiri memilih menuntaskan misi sebelum menyelamatkan diri.

Dia berhasil mendarat di air sebelum menyadari sudah terpisah dari yang lain. Bush menemukan sekoci darurat di mana dia mulai memikirkan rencana penyelamatannya.

Saat itu, angin menuntunnya ke arah Chichijima. Namun dia memilih untuk mendayung sekuat tenaga ke arah berlawanan ke tengah laut sejauh yang dia bisa.

"Untuk sesaat, saya pikir saya bakal mati," kenang Bush. Namun dia kaget saat melihat sebuah kapal selam AS menyembul ke permukaan.

Seorang kru kemudian menuju ke arahnya dan menyambut perwira yang bakal menjadi presiden ke-41 dalam sejarah AS tersebut.

Keputusan Bush untuk mendayung ke tengah laut ternyata adalah hal yang paling tepat sekaligus disyukurinya setelah mendapat kabar lanjutan.

Baca juga: Begini Kata-kata Terakhir George HW Bush untuk Sang Putra

Dalam misi tersebut, ada sembilan pilot yang terlontar dari pesawat sesaat setelah diserang di mana ternyata hanya Bush yang selamat.

Delapan pilot yang tertangkap disiksa dan dibunuh menggunakan bambu runcing maupun bayonet. Sebagian dari pilot itu ternyata dimakan tentara Jepang.

Berdasarkan penelurusan detektif sejarah James Bradley yang kemudian dimuat dalam bukunya Flyboys, hati maupun paha pilot AS itu dikonsumsi.

Saat itu, pasukan Jepang memakan daging pilot itu dalam potongan kecil di mana mereka meyakini jadi obat yang bagus untuk perut.

Perintah untuk memenggal pilot itu datang dari Komandan Chichijima Letjen Yoshio Tachibana di mana dia juga memakan daging mereka.

Kepada Meacham, Bush mengaku selalu memikirkan kedelapan korban. "Saya berpikir apa yang Tuhan inginkan dari saya hingga Dia masih memberikan hidup kepada saya," tuturnya.

Bush Senior yang memerintah pada periode 1989-1993 wafat dalam usia 94 tahun pada Jumat pekan lalu (30/11/2018).

Baca juga: Trump Kirim Air Force One untuk Jemput Peti Jenazah George HW Bush


Terkini Lainnya


Close Ads X