Presiden Baru Meksiko Ingin Hapus Kekebalan Hukum Pemimpin Negara

Kompas.com - 05/12/2018, 10:31 WIB
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador usai upacara pelantikan di Mexico City, Sabtu (1/12/2018). AFP / ALFREDO ESTRELLAPresiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador usai upacara pelantikan di Mexico City, Sabtu (1/12/2018).

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Presiden baru Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengumumkan bahwa dirinya telah mengirimkan rancangan undang-undang kepada kongres untuk menghapuskan hak kekebalan hukum presiden.

Hak kekebalan presiden tersebut kerap dikritik sebagai pemicu maraknya korupsi yang terjadi di Meksiko.

"Kami akan mengakhiri kekebalan hukum yang ditetapkan dalam konstitusi. Sekarang akan menjadi mungkin untuk menempatkan presiden di hadapan pengadilan, seperti warga lainnya," kata Lopez Obrador dalam konferensi pers, Selasa (4/12/2018).

"Tentu saja hal itu termasuk dapat mengadili presiden untuk kasus korupsi meskipun dia masih menjabat," lanjutnya menjelaskan, seperti dilansir AFP.

Baca juga: Meksiko Segera Lelang Pesawat Kepresidenan

Di bawah konstitusi Meksiko saat ini, seorang presiden hanya dapat diadili untuk kasus "kejahatan tingkat tinggi" dan tindakan pengkhianatan terhadap negara.

Presiden yang dikenal luas dengan julukan AMLO, dari inisial namanya, itu terpilih setelah memenangkan pemilu yang digelar pada 1 Juli 2018 lalu. Meski demikian dia baru dilantik dan mulai menjalankan kewajibannya sebagai presiden pada 1 Desember lalu.

Sejak masa kampanye, Lopez Obrador menjanjikan perubahan besar-besaran dalam pemerintahannya dan melawan korupsi.

Selain akan menjual pesawat kepresidenan, AMLO juga menyerukan pemotongan gaji pegawai pemerintahan.

Dia sendiri telah menyatakan akan memotong gajinya hingga 60 persen, dibandingkan gaji presiden sebelumnya.

Lopez Obrador menanggapi penolakan terhadap rencana pemotongan gaji pegawai negeri dengan penghasilan tertinggi dan membayar mereka dengan gaji yang sama dengan yang diterimanya setiap bulan, yakni sebesar 108.000 peso (sekitar Rp 75 juta).

Langkah itu telah mendapat tentangan dari para pejabat senior negara, termasuk di kantor pengadilan, bank sentral, kementerian keuangan dan perusahaan minyak negara, Pemex.

"Rakyat telah memilih untuk sebuah perubahan dan kami akan menerapkan kebijakan penghematan," kata AMLO.

"Di negara dengan begitu banyak kemiskinan, bagi pegawai negeri untuk mendapatkan apa yang diperolehnya hingga saat ini, itu adalah sebuah ketidakjujuran," tambahnya.

Baca juga: Presiden Terpilih Meksiko Berniat Ganti Paspampres dengan Warga Sipil

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X