Pengadilan Hamas Hukum Mati Enam Orang yang Bekerja Sama dengan Israel

Kompas.com - 04/12/2018, 09:14 WIB
Anggota brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas yang menguasai Jalur Gaza. AFPAnggota brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

GAZA, KOMPAS.com - Pengadilan militer Hamas di Gaza menjatuhkan hukuman mati kepada enam orang yang dianggap telah bersalah karena berkolaborasi dengan Israel.

Enam orang tersebut, termasuk seorang wanita, merupakan bagian dari 14 orang yang dijatuhi hukuman atas keterlibatannya dalam pendudukan Israel.

Lima orang dijatuhi hukuman gantung dan satu orang dihukum dengan tembak mati. Sementara delapan lainnya dijatuhi hukuman kerja paksa mulai dari enam hingga 15 tahun. Demikian disampaikan Kementerian Dalam Negeri di Gaza, Senin (3/12/2018).

Keputusan pengadilan tersebut menyusul terbunuhunya delapan orang saat sebuah operasi pasukan khusus Israel di Gaza terungkap pada 11 November lalu, yang memicu terjadinya baku tembak.

Baca juga: Hamas Sambut Gembira Mundurnya Menhan Israel

Kelompok Hamas menembakkan ratusan roket ke arah Israel sebagai balasan dan dijawab dengan serangan udara menargetkan puluhan sasaran di Gaza. Peningkatan kekerasan itu diakhiri dengan gencatan senjata pada 13 November.

Disampaikan pejabat Hamas, keenam orang yang dijatuhi hukuman mati tidak terkait langsung dengan pecahnya pertempuran.

Menurut juru bicara kementerian dalam negeri di Gaza, Iyad al-Bozum, keenam orang tersebut dituduh berkaitan dengan perangkat komunikasi dan penyadapan yang dilakukan Israel.

Enam anggota Hamas tewas akibat perangkat yang ditemukan kemudian meledak setelah dideteksi di dekat Deir al-Balah di Gaza tengah, pada Mei lalu.

Enam orang yang dijatuhi hukuman mati pada Senin, berusia antara 29 hingga 55 tahun. Masing-masing diduga telah bekerja dengan intelijen Israel selama beberapa tahun.

Di antara keenam orang tersebut ada seorang wanita berusia 55 tahun, bernama Amal Mahmoud dan telah lama tinggal di Israel.

Dia dijatuhi hukuman gantung dan diduga telah mendorong seorang keponakannya di Gaza untuk berkolaborasi dengan intelijen Israel.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X