Biografi Tokoh Dunia: Rosa Parks, Melawan Segregasi Rasial

Kompas.com - 03/12/2018, 18:53 WIB
Rosa Parks, melawan aturan segregasi rasial dengan menolak menyerahkan kursi bus kepada penumpang kulit putih pada 1 Desember 1955. Penangkapannya memicu gerakan boikot besar-besaran terhadap bus di Montgomery, Alabama, Amerika Serikat. (Twitter) Rosa Parks, melawan aturan segregasi rasial dengan menolak menyerahkan kursi bus kepada penumpang kulit putih pada 1 Desember 1955. Penangkapannya memicu gerakan boikot besar-besaran terhadap bus di Montgomery, Alabama, Amerika Serikat. (Twitter)

KOMPAS.com - Dulu, sebagian wilayah dia Amerika Serikat masih menerapkan aturan segregasi ras, yaitu pemisahan fasilitas dan jasa berdasarkan ras.

Diskriminasi antara warga dengan kulit berwarna dengan komunitas kulit putih termasuk ketika menumpang transportasi umum.

Misalnya di bus, orang kulit putih akan duduk di barisan paling depan, sementara orang Afrika-Amerika harus duduk di belakang.

Hingga suatu saat, seorang perempuan di Alabama menolak untuk duduk di kursi bus bagian belakang. Tepat pada 1 Desember 1955, dia dipenjara atas perbuatannya itu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Gianni Versace, Pendiri Rumah Mode Versace

Namun, kisah Rosa Parks tersebut menjadi awal dari gerakan perlawanan diskriminasi di AS dalam dunia modern.

Kehidupan awal

Rosa Louise McCauley lahir di Tuskegee, Alabama, pada 4 Februari 1913. Dia pindah bersama dengan orangtuanya, James dan Leona McCauley, ke Pine Level, Alabama, pada usia dua tahun.

Adiknya bernama Sylvester lahir pada 1915. Tak lama sesudah itu, Rosa harus menerima kenyataan bahwa orangtuanya berpisah.

Masa kanak-kanak Rosa membawanya pada pengalaman awal dengan diskriminasi rasial dan aktivisme untuk kesetaraan.

Saat bersekolah di Pine Level, dia kerap kekurangan fasilitas sekolah yang memadai, seperti meja. Murid Afrika-Amerika kelas 1 SD hingga 6 SD juga dipaksa untuk berjalan kaki.

Bus dan gedung sekolah baru hanya disediakan bagi murid kulit putih.

Ibunya merupakan seorang guru, dan keluarga besarnya memang begitu terdidik. Rosa kemudian pindah ke Montgomery, Alabama pada usia 11 tahun.

Di sana, dia menempuh pendidikan di Montgomery Industrial School for Girls, sebuah sekolah swasta.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: James Naismith, Bapak Olahraga Bola Basket

Rosa kemudian melanjutkan ke Alabama State Teacher's College High School.

Tapi, dia tidak lulus karena harus mengurus nenek dan ibunya yang sakit. Dia tidak pernah kembali ke sekolahnya dan mendapat pekerjaan di sebuah pabrik baju di Montgomery.

Pernikahan

Pada 1932, tepatnya ketika berusia 19 tahun, Rosa bertemu dan menikahi Raymond Parks, seorang tukang cukur sekaligus anggota aktif National Association for Advancement of Coloured People (NAACP).

Sang suami terys mendukungnya hingga akhirnya dia memperoleh gelar sekolah menengah pada akhir 1933.

Setelah itu, dia menjadi aktif terlibat dalam masslah hak-hak sipil dengan bergabung pada NAACP pada 1942.

Peristiwa 1 Desember 1955

Rosa Parks yang berusia 42 tahun selalu pulang-pergi bekerja sebagai seorang penjahit di pusat perbelanjaan Montgomert Fair dengan bus.

Saat itu, hukum segregasi masih berlaku, di mana bagian depan bus disediakan bagi warga kulit putih dan tempat duduk di belakang diperuntukkan bagi warga kulit hitam.

Pada Kamis, 1 Desember 1955, ketika bus yang ditumpangi Rosa sedang melanjutkan perjalanan, penumpang berkulit putih terus berdatangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X