Skandal 1MDB Akan Masuk dalam Pelajaran Sejarah Malaysia - Kompas.com

Skandal 1MDB Akan Masuk dalam Pelajaran Sejarah Malaysia

Kompas.com - 03/12/2018, 16:56 WIB
Mantan Perdana Menteri Najib Razak (tengah) ketika sampai di markas Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC) Selasa (22/5/2018). Najib diperiksa terkait tuduhan korupsi melalui 1Malaysia Development Berhad (1MDB).via The Star Mantan Perdana Menteri Najib Razak (tengah) ketika sampai di markas Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC) Selasa (22/5/2018). Najib diperiksa terkait tuduhan korupsi melalui 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Skandal korupsi di 1Malaysia Development Berhad ( 1MDB) akan masuk dalam silabus mata pelajaran sejarah untuk pelajar di seluruh Malaysia.

Demikian pernyataan dari Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik pada Senin (3/12/2018), seperti dikutip Straits Times.

Menurut dia, hal tersebut akan membantu mendidik generasi muda akan bahaya kejahatan korupsi yang dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya.

Baca juga: Putri Anwar Ibrahim: Jangan Sampai Ada Skandal 1MDB Jilid Dua

"Saya akan memastikan bahwa 1MDB dan bagaimana beberapa pemimpin merampok negara akan dimasukkan dalam buku-buku sejarah sehingga generasi mendatang tidak akan membuat kesalahan yang sama," katanya.

Pernyataan Maszlee merupakan tanggapan atas pertanyaan parlemen dari posisi Ahmad Maslan.

Ahmad bertanya apakah sejarah lokal diajarkan di sekolah swasta, termasuk 60 sekolah independen China.

Ahmad mengaku ingin tahu berapa tahun harus berlalu sebelum suatu peristiwa dianggap sebagai bagian dari pelajaran sejarah.

Sebelumnya, Maszlee memberitahu anggota parlemen bahwa Kementerian Pendidikan sedang menyiapkan komite untuk meninjau dan memperbaiki buku-buku teks sejarah, serta metode pengajaran subjek.

Seperti diketahui, skandal 1MDB menyeret mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ke meja hijau.

Seperti diketahui, Najib dan sekutu-sekutunya dituduh menjarah miliaran dolar dari 1MDB untuk membeli banyak aset, mulai dari real estate di AS hingga karya seni.

Baca juga: Malaysia Habiskan Rp 12 Miliar untuk Rawat Yacht Terkait Skandal 1MDB

Tak lama setelah turun dari kursi nomor satu di Malaysia, "harta karun" Najib disita dalam penggerebekan di sejumlah properti milik dia dan keluarganya, termasuk uang tunai, perhiasan, dan tas mewah.

Miliarder asal malaysia, Tow Taek Jho atau kerap disapa Jho Low, yang diduga terlibat dalam korupsi itu hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Kasus 1MDB tersebut mencuat ketika Wall Street Journal memublikasikan dokumen yang menunjukkan Najib menerima dana 681 juta dollar AS atau Rp 9,5 triliun ke rekening pribadinya.


Terkini Lainnya

Mahasiswi di Kota Malang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

Mahasiswi di Kota Malang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

Regional
Masih Ada Polda yang Belum Miliki Gudang Penyimpanan Senjata Api

Masih Ada Polda yang Belum Miliki Gudang Penyimpanan Senjata Api

Nasional
Tertimbun Salju saat Bermain, Gadis 12 Tahun di Chicago Meninggal

Tertimbun Salju saat Bermain, Gadis 12 Tahun di Chicago Meninggal

Internasional
Sudirman Said Pastikan BPN Tak Masalah jika Najwa Shihab Jadi Moderator Debat Kedua

Sudirman Said Pastikan BPN Tak Masalah jika Najwa Shihab Jadi Moderator Debat Kedua

Nasional
Perlukah Wali Murid Memprotes Sekolah atau Pemerintah?

Perlukah Wali Murid Memprotes Sekolah atau Pemerintah?

Edukasi
Komisi III Sepakat Lakukan Eksaminasi untuk Kasus Baiq Nuril

Komisi III Sepakat Lakukan Eksaminasi untuk Kasus Baiq Nuril

Nasional
Mengaku Anggota Polda Jabar, Polisi Gadungan Tipu Korbannya hingga Puluhan Juta Rupiah

Mengaku Anggota Polda Jabar, Polisi Gadungan Tipu Korbannya hingga Puluhan Juta Rupiah

Regional
Nelayan Ini Kritik Menteri Susi di Hadapan Presiden Jokowi

Nelayan Ini Kritik Menteri Susi di Hadapan Presiden Jokowi

Nasional
Usai Buang Air, Penumpang EVA Air Paksa Pramugari Bersihkan Bokongnya

Usai Buang Air, Penumpang EVA Air Paksa Pramugari Bersihkan Bokongnya

Internasional
Dokter Forensik: Sebelum Dibakar, Mayat Perempuan di Spring Bed Dibunuh Lebih Dulu

Dokter Forensik: Sebelum Dibakar, Mayat Perempuan di Spring Bed Dibunuh Lebih Dulu

Regional
Kapal Selam Nuklir AL Inggris Nyaris Tabrakan dengan Kapal Feri

Kapal Selam Nuklir AL Inggris Nyaris Tabrakan dengan Kapal Feri

Internasional
Bawaslu Ciamis Temukan 210 Tabloid Diduga Berisi Hoaks Pilpres di 12 Kecamatan

Bawaslu Ciamis Temukan 210 Tabloid Diduga Berisi Hoaks Pilpres di 12 Kecamatan

Regional
Wapres Kalla Sebut Pembebasan Ba'asyir Tak Bergantung Kehendak Negara Lain

Wapres Kalla Sebut Pembebasan Ba'asyir Tak Bergantung Kehendak Negara Lain

Nasional
Polisi Tangkap Preman yang Lakukan Penodongan di Tanjung Priok

Polisi Tangkap Preman yang Lakukan Penodongan di Tanjung Priok

Megapolitan
Mochtar Riady: 'AI & Big Data' Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0

Mochtar Riady: "AI & Big Data" Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0

Edukasi

Close Ads X