Trump Satu-satunya Pemimpin G20 yang Tolak Kesepakatan Perubahan Iklim

Kompas.com - 03/12/2018, 13:53 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) mendengarkan Presiden AS Donald Trump, selama sesi pleno pada hari kedua KTT Pemimpin G20, di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018). (AFP) Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) mendengarkan Presiden AS Donald Trump, selama sesi pleno pada hari kedua KTT Pemimpin G20, di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018). (AFP)

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi satu-satunya pemimpin negara di KTT G20 di Argentina yang menolak kesepakatan perubahan iklim.

Trump menolak untuk menandatangani kesepakatan yang mendukung gerakan mengatasi perubahan iklim.

Melansir New Zealand Herald, Minggu (2/11/2018), para pemimpin forum yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa sepakat untuk memperbaiki sistem perdagangan dunia.

Baca juga: Ini Momen Lucu Trump Saat Hendak Foto Bersama di KTT G20 di Argentina

Tapi, hanya 19 dari G20 yang setuju mendukung kesepakatan Paris tentang perubahan iklim.

Seperti diketahui, kesepakatan itu menetapkan target bagi negara-negara untuk mengurangi emisi karbon guna melawan pemanasan global dan menjaga suhu global di bawah 2 derajat Celcius.

AS menegaskan kembali keputusannya untuk mundur dari Kesepakatan Paris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, negara-negara G20 pada akhir pertemuan KTT di Buenos Aires dengan menegaskan Perjanjian Paris tidak dapat diubah.

Kini, perwakilan dari hampir 200 negara melanjutkan pembahasan perubahan iklim pada forum PBB di Polandia.

AFP mewartakan, KTT iklim COP24 akan melihat upaya negara menyepakati sejumlah langkah untuk menerpakan perjanjian Paris 2015 guna membatasi kenaikan suhu.

Dunia telah melihat langsung dampak perubahan iklim: kobaran api mematikan yang mematikan, gelombang panas dan angin topan membuat lebih merusak dengan naiknya permukaan air laut.

Baca juga: Trump Bakal Kabulkan Permintaan Kim Jong Un setelah Denuklirisasi

Bank Dunia pada Senin (3/11/2018) mengumumkan uang senilai 200 miliar dollar AS dalam investasi aksi iklim untuk 2021-2025.

Hal tersebut menjadi langkah terbesar dalam upaya inisiatif hijau tetapi perlu didukung oleh pendanaan yang disediakan negara.

"Kegagalan untuk bertindak kini berisiko mendorong kita melampaui yang titik tidak dapat kembali dengan konsekuensi bencana untuk kehidupan," kata Amjad Abdulla, kepala negosiator di COP24 untuk Aliansi Negara-Negara Pulau Kecil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X