Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/12/2018, 05:23 WIB

KOMPAS.com - Pesawat Air Force One dikirim secara khusus oleh Donald Trump untuk membawa jenazah mantan presiden AS George HW Bush.

Sementara Presiden Putin menyebut perang di Ukraina masih akan terus berlanjut.

Dua kabar tersebut menjadi beberapa berita yang populer di kanal internasional Kompas.com, untuk Senin (3/12/2018) pagi ini.

Berikut ini empat berita internasional yang populer dan mungkin menarik untuk Anda simak di awal pekan ini.

1. Air Force One Bawa Peti Jenazah George HW Bush ke Washington

Presiden Donald Trump telah memerintahkan agar pesawat kepresidenan, Air Force One, digunakan untuk membawa peti jenazah mantan presiden AS George HW Bush ke Washington.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan negara kepada sosok mendiang mantan presiden.

Jenazah George HW Bush akan dibawa dari Kota Houston di Texas menuju Washington untuk disemayamkan selama dua hari.

Ingin tahu kabar selengkapnya? Silakan Anda baca di sini.

2. Mesin Pesawat Frontier Mendadak Rontok saat Terbang

Penumpang penerbangan Frontier Airlines dari Las Vegas menuju Tampa, Florida dibuat panik setelah mesin pesawat yang mereka tumpangi rontok saat terbang.

Bagian penutup mesin pesawat mendadak terlepas tak lama setelah pesawat lepas landas sehingga membuat mesin pesawat terbuka.

Pilot pun memutuskan untuk berbalik arah dan kembali ke bandara.

Apa yang terjadi selanjutnya? Silakan Anda cari tahu di sini.

3. Putin Sebut Perang di Ukraina Masih akan Terus Berlanjut

Pernyataan mengejutkan disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai situasi peperangan di timur Ukraina.

Menurut Putin, perang di kawasan itu bakal terus berlanjut selama pemerintahan Ukraina saat ini masih berkuasa.

Apa maksud pernyataan Putin tersebut? Untuk lebih jelasnya silakan Anda baca di sini.

4. Pria di China Dinyatakan Tidak Bersalah Usai Dipenjara 23 Tahun

Jin Zhehong (50) telah menghabiskan 23 tahun hidupnya di dalam penjara akibat keputusan pengadilan China yang salah mendakwa dirinya sebagai pembunuh dalam kasus tahun 1995.

Dia baru dibebaskan setelah pengadilan tidak menemukan bukti bahwa Jin terlibat dalam pembunuhan yang dituduhkan kepadanya.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Berita selengkapnya bisa Anda simak di sini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.