Putin: Perang Akan Terus Berlanjut Selama Pemerintah Ukraina Kini Masih Berkuasa

Kompas.com - 02/12/2018, 10:24 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam forum investasi tahunan di Moskwa, Rabu (28/11/2018). AFP / PAVEL GOLOVKINPresiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam forum investasi tahunan di Moskwa, Rabu (28/11/2018).

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, konflik di timur Ukraina tidak akan berakhir selama pemerintahan Kiev saat ini masih berkuasa.

Dilansir dari AFP, Putin dengan tegas menyatakan, otoritas Ukraina saat ini tidak memiliki kepentingan dalam menyelesaikan konflik, terutama dengan cara damai.

"Selama mereka masih berkuasa, perang akan terus berlanjut," kata Putin, yang mengacu pada pemerintahan Presiden Petro Poroshenko yang kini berkuasa di Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Rusia itu dalam kesempatan konferensi pers di akhir KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pada Sabtu (1/12/2018).

Baca juga: Putin Tuduh Presiden Ukraina Provokasi demi Popularitas Jelang Pemilu

Konflik yang melibatkan kelompok separatis Rusia dengan pasukan pemerintah Ukraina telah berlangsung sejak empat tahun lalu dan diperkirakan telah menewaskan hingga lebih dari 10.000 jiwa, dengan sepertiga di antaranya adalah warga sipil.

Perang tersebut telah memicu ketegangan dalam hubungan Rusia dengan negara-negara Barat, yang menyalahkan Putin atas konflik pada 2014, saat pasukannya mencaplok Crimea dan menjadi wilayah bagi kelompok separatis dalam merebut kota-kota di timur Ukraina.

Perang telah membebani perekonomian Ukraina karena harus mengeluarkan anggaran untuk militer dan diperparah hilangnya industri vital di wilayah separatis.

Sementara, Kiev hanya dapat menerima setengah dari pinjaman Dana Moneter Interasional (IMF) karena lambatnya reformasi di Ukraina, termasuk langkah-langkah anti-korupsi.

"Selalu lebih mudah untuk menyalahkan kegagalan ekonomi kepada peperangan. Mereka yang berada di luar pihak penyerang akan selalu dianggap bersalah," kata Putin mengkritik situasi perekonomian Ukraina.

Ketegangan antara Moskwa dengan Kiev kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir usai insiden penembakan dan penyitaan kapal Angkatan Laut Ukraina oleh tentara Rusia karena dianggap melanggar wilayah Crimea.

Baca juga: Presiden Ukraina: Putin Ingin Kekaisaran Rusia Bangkit Lagi



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X