Kompas.com - 02/12/2018, 10:24 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, konflik di timur Ukraina tidak akan berakhir selama pemerintahan Kiev saat ini masih berkuasa.

Dilansir dari AFP, Putin dengan tegas menyatakan, otoritas Ukraina saat ini tidak memiliki kepentingan dalam menyelesaikan konflik, terutama dengan cara damai.

"Selama mereka masih berkuasa, perang akan terus berlanjut," kata Putin, yang mengacu pada pemerintahan Presiden Petro Poroshenko yang kini berkuasa di Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Rusia itu dalam kesempatan konferensi pers di akhir KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pada Sabtu (1/12/2018).

Baca juga: Putin Tuduh Presiden Ukraina Provokasi demi Popularitas Jelang Pemilu

Konflik yang melibatkan kelompok separatis Rusia dengan pasukan pemerintah Ukraina telah berlangsung sejak empat tahun lalu dan diperkirakan telah menewaskan hingga lebih dari 10.000 jiwa, dengan sepertiga di antaranya adalah warga sipil.

Perang tersebut telah memicu ketegangan dalam hubungan Rusia dengan negara-negara Barat, yang menyalahkan Putin atas konflik pada 2014, saat pasukannya mencaplok Crimea dan menjadi wilayah bagi kelompok separatis dalam merebut kota-kota di timur Ukraina.

Perang telah membebani perekonomian Ukraina karena harus mengeluarkan anggaran untuk militer dan diperparah hilangnya industri vital di wilayah separatis.

Sementara, Kiev hanya dapat menerima setengah dari pinjaman Dana Moneter Interasional (IMF) karena lambatnya reformasi di Ukraina, termasuk langkah-langkah anti-korupsi.

"Selalu lebih mudah untuk menyalahkan kegagalan ekonomi kepada peperangan. Mereka yang berada di luar pihak penyerang akan selalu dianggap bersalah," kata Putin mengkritik situasi perekonomian Ukraina.

Ketegangan antara Moskwa dengan Kiev kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir usai insiden penembakan dan penyitaan kapal Angkatan Laut Ukraina oleh tentara Rusia karena dianggap melanggar wilayah Crimea.

Baca juga: Presiden Ukraina: Putin Ingin Kekaisaran Rusia Bangkit Lagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.