Hendak ke Malaysia, 10 Pengungsi Rohingya Ditahan Polisi Bangladesh

Kompas.com - 30/11/2018, 21:08 WIB
Angkatan Laut Myanmar mengawal warga Rohingya kembali ke kamp penampungan di Sittwe, Rakhine. Warga Rohingya banyak yang mencoba berlayar ke Malaysia untuk mendapat kehidupan lebih baik. AFP PHOTOAngkatan Laut Myanmar mengawal warga Rohingya kembali ke kamp penampungan di Sittwe, Rakhine. Warga Rohingya banyak yang mencoba berlayar ke Malaysia untuk mendapat kehidupan lebih baik.

DHAKA, KOMPAS.com - Kepolisian Bangladesh menangkap 10 orang pengungsi Rohingya saat mereka hendak naik ke atas perahu yang akan membawa mereka ke Malaysia.

Melansir dari AFP, Satuan Reaksi Cepat (RAB) Bangladesh telah menahan enam perempuan muda dan empat pria Rohingya di stasiun pesisir Shah Porir Dwip, pada Kamis (29/11/2018) malam.

Diyakini mereka hendak naik ke perahu di muara Sungai Naf yang akan membawa mereka ke Malaysia melalui Teluk Benggala.

"Para perempuan tersebut tidak lebih tua dari 22 tahun. Mereka akan menuju Malaysia melalui Teluk Benggala."


"Mereka tergoda bujukan yang mengatakan bahwa mereka dapat menikah dengan orang-orang kaya di Malaysia," kata Kepala RAB Cox's Bazar, Mahedi Hasan, kepada AFP.

Baca juga: Warga Rohingya Menolak Dipulangkan, Proses Repatriasi Kembali Batal

Hasan mengatakan, para perempuan tersebut diharuskan membayar masing-masing 100 dollar AS (sekitar Rp 1,4 juta) kepada penyelundup, sementara para pria harus membayar lebih mahal, yakni sekitar 250 dollar (sekitar Rp 3,5 juta).

"Masing-masing dari mereka juga masih harus membayar 200.000 taka (sekitar Rp 34 juta) setelah kapal memasuki perairan Thailand," ujarnya.

Dilaporkan RAB, dua dari warga Rohingya yang ditahan diketahui telah datang dari Myanmar ke Bangladesh pada 2000-2001, sedangkan lainnya dalam bagian dari eksodus 720.000 warga Rohingya lainnya yang menyeberang tahun lalu.

Selain 10 warga Rohingya, polisi juga turut menahan para penyelundup yang akan membawa mereka.

Banyak dari pengungsi Rohingya yang memanfaatkan cuaca yang sedikit lebih tenang antara November hingga Maret, untuk berangkat ke negara lain yang akan menawarkan kehidupan yang lebih baik kepada mereka.

Para pengungsi Rohingya itu pun menjadi sasaran para penyelundup nakal yang kemudian membujuk akan membawa mereka dengan meminta bayaran yang mahal.

Awal November ini, penjaga pantai Bangladesh telah mencegah sebuah perahu di Teluk Benggala yang membawa 33 pengungsi Rohingya menuju Malaysia.

Baca juga: Rencana Pemulangan Pengungsi Rohingya Tertunda Usai Pemilu Bangladesh

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X