Malaysia Siap Lanjutkan Pencarian MH370 Jika Ada Petunjuk yang Kredibel

Kompas.com - 30/11/2018, 18:31 WIB
Grace Nathan, salah satu kerabat penumpang penerbangan MH370, menunjukkan serpihan puing yang diyakini milik pesawat yang hilang. AFP / MOHD RASFANGrace Nathan, salah satu kerabat penumpang penerbangan MH370, menunjukkan serpihan puing yang diyakini milik pesawat yang hilang.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kerabat penumpang penerbangan Malaysia Airlines MH370 menyerahkan sejumlah puing yang diyakini merupakan bagian dari pesawat nahas yang hilang empat tahun lalu.

Para kerabat penumpang penerbangan MH370 mengharapkan kepingan puing-puing tersebut dapat memberi petunjuk akan keberadaan pesawat jet Boeing 777 yang membaw 239 orang itu.

Disampaikan VR Nathan, yang istrinya Anne Daisy, berada di pesawat itu, mengatakan kepada AFP, bukti puing yang ditemukan berupa lima potongan kecil yang ditemukan di Madagaskar.

Puing-puing tersebut diserahkan kepada Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, pada Jumat (30/11/2018).

"Lima potongan puing baru telah ditemukan di lepas pantai Madagaskar, termasuk satu bagian yang memiliki label yang masih bisa dibaca," kata Nathan.

Baca juga: 10 Misteri Penerbangan Tak Terpecahkan, Dari PD II Sampai MH370

"Kami mengharap pemerintah dapat melanjutkan pencarian puing-puing ini dan menyusunnya sehingga kita dapat menemukan petunjuk tentang apa yang terjadi pada pesawat itu," tambahnya.

Penyerahan puing-puing baru itu menyusul pernyataan pemerintah Malaysia yang sebelumnya mengaku siap kapan pun untuk kembali melanjutkan proses pencarian MH370.

Namun proses pencarian baru bisa kembali dilakukan jika ditemukan adanya petunjuk baru yang benar-benar kredibel.

"Pemerintah telah menyatakan, jika muncul bukti yang kredibel dan temuan yang dapat meyakinkan kami bahwa pesawat yang hilang bisa ditemukan, kami akan mempertimbangkan kembali," kata Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke Siew Fook.

"Kami tidak pernah sepenuhnya menutup kemungkinan melanjutkan misi pencarian, tetapi pemerintah juga tidak dapat terus menerus melakukan pencarian tanpa petunjuk yang kredibel atau bukti yang kuat," tambahnya, pada Kamis (29/11/2018).

Penerbangan Malaysia Airlines MH370 yang membawa 239 orang, hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014.

Misi pencarian telah dilakukan selama hampir tiga tahun di wilayah seluas 120.000 kilometer persegi di Samudera Hindia, dengan melibatkan tiga negara, Australia, China, dan Malaysia.

Pencarian terakhir dilakukan perusahaan eksplorasi bawah laut, Ocean Infinity, dan juga dihentikan pada 29 Mei, tanpa ada temuan signifikan.

Baca juga: Keluarga Korban MH370 Ingin Temui Mahathir yang Akan Kunjungi China



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X