Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2018, 12:28 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

BEIJING, KOMPAS.com - China dilaporkan berada dalam kewaspadaan tinggi setelah dua kapal perang Amerika Serikat (AS) melintasi Selat Taiwan.

Kapal perusak berkekuatan rudal pemandu USS Stockdale dan kapal tanker USNS Pecos berlayar di tengah kabar rencana pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di KTT G20 di Argentina.

Baca juga: Dua Kapal Angkatan Laut AS Berlayar di Selat Taiwan

Juru bicara Kementerian Pertahanan Ren Guoqiang mengatakan militer sudah menyadari dan memantau pergerakan dari dua kapal perang AS itu.

Dilansir South China Morning Post Jumat (30/11/2018), Ren menegaskan militer China bakal melindungi kedaulatan wilayah negara.

"Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) bakal mempertahankan kewaspadaan tinggi dan melindungi kedaulatan serta integritas wilayah negara ini," tegas Ren.

Beijing masih menganggap Taiwan sebagai provinsi yang "membelot", dan bakal dipersatukan kembali dengan daratan utama, menggunakan kekerasan jika perlu.

Tindakan dua kapal perang AS itu juga terjadi setelah partai penguasa Taiwan, Progresif Demokrasi, menderita kekalahan dari Kuomintang yang dikenal ramah terhadap China dalam pemilihan lokal.

Dalam diskusi di Washington November ini, pejabat China berkata kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan James Mattis sikap kontra Beijing terhadap AS.

Mereka mendesak AS agar berhenti mendukung Taiwan, dan meminta Negeri "Uncle Sam" bersedia mematuhi prinsip satu China demi mempertahankan hubungan bilateral.

Terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang juga menyatakan China menyampaikan "kekhawatiran" mereka kepada Washington.

Geng menyatakan isu tentang Taiwan merupakan yang paling sensitif terhadap hubungan China-AS, dan juga meminta AS agar mematuhi prinsip satu China.

Sementara itu, Armada Pasifik AS dalam keterangan resmi mengatakan keberadaan dua kapal perangnya menunjukkan komitmen AS akan Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas.

"Angkatan Laut AS bakal terus melanjutkan pelayaran maupun operasi di perairan yang dijamin hukum internasional," demikian pernyataan Armada Pasifik.

Pelayaran tersebut merupakan kali ketiga yang dilakukan AL AS di Taiwan sepanjang 2018 ini.

Baca juga: Permintaan Pembelian F-35 Ditolak, Taiwan Kembali Pertimbangkan Jet F-16V

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com