Kemelut Rusia-Ukraina, Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin

Kompas.com - 30/11/2018, 06:36 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan bola Piala Dunia 2018 ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers bersama usai pertemuan di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018). (AFP/Yuri Kadobnov) Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan bola Piala Dunia 2018 ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers bersama usai pertemuan di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018). (AFP/Yuri Kadobnov)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (29/11/2018) membatalkan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT G-20 akhir pekan ini di Argentina.

Dalam dua cuitan di Twitter, Trump menyebut kegagalan Rusia untuk mengembalikan tiga kapal dan membebaskan para pelaut Ukraina, sebagai penyebab batalnya pertemuan.

CNBC melaporkan, pembatalan terjadi sekitar 1 jam usai Trump secara pribadi mengatakan kepada wartawan tentang kemungkinan bertemu pemimpin Rusia.

Baca juga: Trump Berencana Kenakan Pajak, Harga iPhone Terancam Makin Mahal

"Saya mungkin akan bertemu dengan Presiden Putin. Kami belum mengakhiri pertemuan itu," ucapnya, sesaat sebelum berangkat ke Buenos Aires.

"Saya pikir, ini waktu yang sangat baik untuk mengadakan pertemuan," imbuhnya.

Namun pada kicauannya di Twitter, Trump menyatakan pembatalan pertemuan bilateral dengan Putin.

"Berdasarkan fakta tentang kapal dan pelaut yang belum dikembalikan ke Ukraina dari Rusia, saya memutuskan yang terbaik bagi semua pihak dengan membatalkan pertemuan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Argentina dengan Presiden Vladimir Putin," cuitnya.

"Saya menantikan pertemuan berarti lagi segera setelah situasi ini teratasi," imbuhnya.

Seorang juru bicara Putin mengatakan pemerintah Rusia tidak memiliki informasi resmi tentang keputusan Trump untuk membatalkan pertemuan itu.

Sky News mewartakan, sekretaris pers Putin Dmitry Peskov mengatakan, Rusia mengetahui pembatalan tersebut dari kicauan Trump yang diberitakan oleh media negaranya.

Halaman:


Sumber CNBC,Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X