Arab Saudi Beli 44 Sistem Rudal AS THAAD Senilai Rp 215 Triliun - Kompas.com

Arab Saudi Beli 44 Sistem Rudal AS THAAD Senilai Rp 215 Triliun

Kompas.com - 29/11/2018, 18:41 WIB
Sistem pertahanan rudal THAAD.Reuters/BBC Indonesia Sistem pertahanan rudal THAAD.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) mengumumkan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan untuk membeli sistem rudal mereka.

Al Arabiya memberitakan Kamis (29/11/2018), sistem THAAD buatan Lockheed Martin itu bakal dibeli dengan nilai kontrak 15 miliar dollar AS, sekitar Rp 215,7 triliun.

Baca juga: Perang Bikin 85.000 Anak di Yaman Tewas karena Kelaparan dan Penyakit

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri menyatakan, Riyadh bakal membeli 44 unit THAAD yang terdiri dari rudal, peluncur, dan peralatan penunjang.

Sistem dengan nama lengkap Terminal High Altitude Area itu disebut sebagai "permata" sistem pertahanan anti-serangan udara AS.

"Diskusi mengenai pembelian sistem senjata THAAD sudah berlangsung sejak Desember 2016 yang lalu," kata juru bicara tersebut.

Juru bicara kemenlu melanjutkan, penjualan THAAD itu merupakan bentuk dukungan jangka panjang AS terhadap keamanan Saudi dan negara lain di kawasan Timur Tengah.

"Sebabnya, saat ini negara itu menghadapi ancaman serangan rudal balistik yang semakin berkembang baik dari Iran maupun kelompok pendukungnya," kata juru bicara itu.

Sumber pejabat Saudi berkata pada Oktober, Presiden Donald Trump dan Raja Salman sudah membahas tentang sistem rudal THAAD di akhir September.

CNBC memberitakan, penjualan itu dilakukan di saat Saudi menjadi sorotan atas kampanye militer mereka di Yaman maupun kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Terkait kasus Khashoggi, Trump menyatakan sikap mendukung Saudi karena menurutnya hubungan bilateral merupakan yang terpenting.

Dalam wawancaranya dengan CBS 60 Minutes Oktober lalu, Trump menyatakan tidak ingin jika harus membatalkan penjualan senjata ke Saudi.

Dia menyebut tak ingin mengganggu perekonomian AS maupun menghancurkan mata pencaharian warganya yang ada di pabrikan senjata seperti Lockheed, Raytheon, atau Boeing.

"Masih ada bentuk hukuman lain. Misalnya dengan menggunakan kata-kata paling keras yang pernah diutarakan. Percayalah, itu mungkin," kata Trump.

Baca juga: Menlu Turki: 7 Menit Rekaman Pembunuhan Khashoggi Sangat Menjijikkan



Close Ads X