Erdogan: Turki Siap Jadi Penengah dalam Krisis Rusia-Ukraina - Kompas.com

Erdogan: Turki Siap Jadi Penengah dalam Krisis Rusia-Ukraina

Kompas.com - 29/11/2018, 16:41 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.AFP / ATTILA KISBENEDEK Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, negaranya siap berperan sebagai penengah untuk meredakan ketegangan antara Rusia dengan Ukraina.

Hubungan antara Moskwa dengan Kiev memanas sejak Minggu (25/11/2018), setelah tentara perbatasan Rusia menembaki, merebut, dan menyita tiga kapal Angkatan Laut Ukraina yang melintas di Selat Kerch.

Sementara hubungan Ankara dengan Moskwa telah semakin membaik sejak pertengahan 2016, saat Turki bekerja sama dengan Rusia dalam mengatasi konflik di Suriah.

Turki juga memiliki kesepakatan pembelian sistem pertahanan udara yang canggih dari Rusia. Kesepakatan yang membuat resah negara-negara Barat.

Baca juga: Tensi dengan Rusia Memanas, Ukraina Minta NATO Kirim Kapal Perang

Erdogan juga selalu menekankan pentingnya menjaga hubungan yang telah lama terjalin antara Turki dengan Ukraina.

"Dalam krisis ini, kami dapat mengambil peran sebagai mediator dan kami telah mendiskusikan hal ini dengan kedua belah pihak," kata Erdogan di bandara Istanbul sebelum berangkat menuju KTT G20 di Argentina, Kamis (29/11/2018).

Sebelumnya, Erdogan telah melakukan komunikasi yang intens melalui telepon pada Rabu (28/11/2018) dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Petro Poroshenko.

"Tuan Putin dan Tuan Poroshenko dalam pembicaraan kami sama-sama penyampaikan permintaan. Kami akan menyampaikan tuntutan (Ukraina) kepada Putin dalam pertemuan kami di Argentina," kata Erdogan, dilansir AFP.

Selain itu, Erdogan telah berbicara membahas krisis Rusia-Ukraina dengan Presiden AS Donald Trump. Keduanya juga akan bertemu di Buenos Aires.

Erdogan menegaskan, Turki tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut dalam konflik antara negara-negara di pesisir Laut Hitam yang dapat membawa ketidakstabilan ke wilayah itu.

Baca juga: Putin Tuduh Presiden Ukraina Provokasi demi Popularitas Jelang Pemilu


Terkini Lainnya


Close Ads X