Kompas.com - 29/11/2018, 14:35 WIB

"Kami harus meminta kepada rekan dan sekutu kami untuk terus menekan dan memberi sanksi supaya Rusia mengerti apa harga yang harus mereka bayar," tegasnya.

Insiden di Azov yang menjadi perbincangan internasional terjadi ketika tiga kapal perang Ukraina ditembaki dan disita kapal Badan Keamanan Rusia (FSB).

Dua kapal jenis artileri ringan dan satu kapal tongkang itu disita setelah Moskwa menuduh mereka telah melanggar kedaulatan.

Sebanyak 24 pelaut tiga di antaranya mengalami luka tembak, ditahan. Pengadilan di Crimea memerintahkan mereka untuk ditahan selama dua bulan.

Baca juga: Putin Tuduh Presiden Ukraina Provokasi demi Popularitas Jelang Pemilu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.