Nestapanya Gajah-gajah yang Kerap Digunakan Beratraksi di Sirkus...

Kompas.com - 29/11/2018, 13:24 WIB
Gajah dalam penangkaran yang diikat dengan rantai agar tidak bisa kabur dan tetap di tempat. The DodoGajah dalam penangkaran yang diikat dengan rantai agar tidak bisa kabur dan tetap di tempat.

KOMPAS.comSirkus yang menampilkan atraksi binatang menjadi salah satu pilihan hiburan yang kerap didatangi oleh masyarakat. Salah satu binatang yang sering dimanfaatkan untuk atraksi adalah gajah.

Sebagian besar, pengunjung sirkus gajah adalah orangtua yang ingin memperkenalkan buah hatinya akan keberadaan binatang yang dianggap cerdas. Sebab, gajah dianggap taat dan mengikuti perintah manusia, serta melakukan sesuatu yang dianggap tak lazim dilakukan binatang.

Namun, tunggu dulu, apakah benar hal itu menunjukkan gajah sebagai binatang yang layak jadi tontonan karena atraksinya? Dengan dijadikan binatang atraksi, tentu gajah juga mengalami penderitaan dan penyiksaan.

Berikut ini beberapa fakta nestapanya para gajah atraksi, dilansir dari laman Independent, Express.co.uk, serta kumpulan data dari aktivis PETA dan factsanddetails.com.

Ditangkap

Gajah-gajah  yang ada di pentas sirkus berasal dari alam liar. Mereka ditangkap menggunakan berbagai cara brutal dan menyakitkan, misalnya menggunakan jerat, makanan yang diberi obat penenang, senapan, dan sebagainya.

Gajah-gajah itu diambil secara paksa dari habitatnya dan dipisahkan dengan anak atau induknya dengan cara yang buruk.

Baca juga: Di Balik "Senyum" Lumba-lumba, dari Mitos Penyembuhan hingga Obyek Hiburan

Gajah yang mati karena kepanasan dan kehaisan oksigen di dalam truk pengangkutan.PETA Gajah yang mati karena kepanasan dan kehaisan oksigen di dalam truk pengangkutan.

Tak berhenti di situ, gajah-gajah ini kemudian dibawa ke tempat penangkaran yang dimiliki oleh industri sirkus tersebut. Umumnya, gajah dipindahkan menggunakan truk yang tidak memiliki cukup celah sebagai jalan udara dan cahaya.

Kendaraan-kendaraan sempit ini pula yang akan membawa mereka dari satu lokasi sirkus ke lokasi lainnya.

Dalam beberapa kasus, gajah sirkus ditemukan mati karena kepanasan dan kehabisan oksigen saat ada di dalam kendaraan yang pengap dan sempit saat diperjalanan.

Dilatih paksa

Seekor bayi gajah yang sedang diajari untuk melakukan sirkus.PETA Seekor bayi gajah yang sedang diajari untuk melakukan sirkus.
Sebelum masuk ke panggung pentas, gajah yang diambil dari alam liar itu dididik sedemikian rupa agar bisa melakukan tugas-tugas yang diperintahkan oleh manusia.

Gajah yang di alam lepas yang berjalan menggunakan empat kaki, dilatih agar bisa berdiri hanya dengan dua kaki belakangnya. Selain itu, belalai yang biasa digunakan untuk makan dan minum dilatih dengan keras agar bisa digunakan untuk melukis, menulis, dan sebagainya.

Pelatihan yang diberikan oleh manusia itu dilakukan dengan cara yang juga tidak bisa dinilai baik. Gajah dipaksa, diperlakukan dengan penuh tekanan, agar mereka pada akhirnya mau menuruti apa yang diajarkan manusia.

Padahal, semua itu di luar kebiasaan gajah sebagai binatang liar yang hidup alami di tengah hutan. Tubuh mereka tidak didesain untuk berjalan berdiri, menggunakan belalainya untuk memegang kuas, atau menendang bola menggunakan kaki-kaki gempalnya.

Hidup dengan manusia


Setelah ditangkap dan berada di penangkaran, gajah sirkus akan menjalani hidupnya di alam yang sangat jauh dari kata alami. Gajah akan hidup berdampingan bersama manusia, sangat dekat dengan manusia.

Manusia menjadi satu-satunya makhluk hidup yang akan berinteraksi dengan mereka dari dekat, setiap hari. Entah itu petugas penangkaran, atau penonton di arena hiburan.

Padahal, di alamnya gajah hidup tidak bersama manusia. Mereka hidup bebas bersama binatang lain di dalam hutan. Mereka menderita karena dipisahkan dari kawanannya.

Menderita

Gajah sedang dilatih berdiri menggunakan kepala sebaagi tumpuannya.PETA Gajah sedang dilatih berdiri menggunakan kepala sebaagi tumpuannya.

Di panggung sirkus, bisa saja gajah-gajah ini terlihat energik dan ceria. Gajah bisa tampil penuh dengan properti warna-warni yang menghiasi tubuhnya. Cantik,lucu, cerdas, mungkin itu yang ada di pikiran penonton.

Namun, hal berbeda akan dialami saat gajah itu berada di penangkaran, pelatihan, atau dalam perjalanan.

Mereka akan dimasukkan dalam kendaraan pengap dan panas untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kemudian, gajah-gajah itu akan hidup di kandang yang sempit, dan kembali dilatih untuk melakukan atraksi berikutnya.

Gajah yang berjalan perlahan, bermain ke sungai bersama anak-anaknya, atau sekadar memakan daun dari pepohonan, tidak akan ditemui di penangkaran ini. Sepanjang hidupnya, gajah akan hidup di bawah tekanan dan stres yang tiada tara.

Manusia merampas kebebasannya demi industri dan uang. Gajah diubah menjadi makhluk lain, dengan kemampuan ajaib, yang diajarkan melalui cara paksa.

Masih banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memperkenalkan anak-anak kepada gajah dan binatang liar. Misalnya, dengan berkunjung ke taman nasional. Tentu akan lebih menyenangkan melihat gajah dan binatang liar lain hidup bahagia di habitatnya, meski mereka tak melakukan atraksi apa pun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X