Kompas.com - 28/11/2018, 17:11 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama.
|

SEOUL, KOMPAS.com - Kedua Korea segera memulai survei bersama untuk menyambungkan kembali jalur kereta api lintas batas. Demikian disampaikan pemerintah Korea Selatan, Rabu (28/11/2018).

Menyambungkan jalur kereta api merupakan salah satu kesepakatan yang dibuat awal tahun ini antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden Korsel Moon Jae-in.

Kedua negara yang secara teknis masih berperang usai gencatan senjata mengakhiri Perang Korea 1953 telah berencana untuk memulai pembangunan jaringan kereta api akhir tahun nanti.

Baca juga: UNESCO Persatukan Dua Korea lewat Warisan Budaya Gulat Tradisional

Kementerian Unifikasi mengatakan, kereta api Korea Selatan akan berangkat dari Seoul pada Jumat pagi dan melintasi perbatasan saat petugas kedua negara memeriksa jaringan rel Korea Utara.

Peristiwa itu akan menjadi yang pertama kereta api dari Korea Selatan memasuki Korea Utara sejak 2007.

Kereta api itu akan membawa 28 penumpang asal Korea Utara, sebagian besar para pejabat dan pakar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kereta itu juga membawa 55.000 liter bahan bakar dan barang-barang lain yang belum disebutkan jenisnya.

Proyek ini sempat terhambat terkait kekhawatiran bakal melanggar sanksi PBB terhadap Korea Utara terkait program nuklir dan misil balistik.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB memebrikan pengecualian untuk survei bersama ini. Namun, belum ada jaminan apakah pengcualian serupa akan diberikan saat proyek ini mengalami kemajuan.

Seoul menegaskan, survei itu dilakukan murni untuk pengumpulan informasi kondisi terkini jaringan kereta api Korea Utara.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.