UNESCO Persatukan Dua Korea lewat Warisan Budaya Gulat Tradisional

Kompas.com - 27/11/2018, 13:04 WIB
Pegulat ssireum berkompetisi di Korea Open Ssireum Festival di Andong, Korea Selatan, pada19 November 2018. (AFP/Ed Jones) Pegulat ssireum berkompetisi di Korea Open Ssireum Festival di Andong, Korea Selatan, pada19 November 2018. (AFP/Ed Jones)

SEOUL, KOMPAS.com - Di perhelatan Asian Games 2018 beberapa wkatu lalu, Korea Bersatu untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil meraih medali emas.

Kini, Korea Utara dan Korea Selatan kembali "bersatu" ketika pada Senin (26/11/2018), UNESCO menerima pengajuan keduanya untuk mengakui hulat Korea sebagai salah satu warisan budaya paling berharga di dunia.

Dua Korea awalnya mengajukan aplikasi secara terpisah agar gulat tradisional dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda PBB.

Baca juga: Dicurigai Jadi Mata-mata Korea Utara, Pegawai Negeri Perancis Ditahan

"Fakta bahwa kedua Korea diterima bergabung dengan aplikasi masing-masing memang belum terjadi sebelumnya," kata Kepala UNESCO Audrey Azoulay, seperti dikutip dari AFP.

"Penggabungan ini menandai langkah yang sangat simbolis menuju rekonsiliasi antar-Korea," imbuhnya.

Pengakuan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO ini telah disetujui pada pertemuan di Mauritius.

Lalu, seperti apa gulat tradisional Korea? Jika di Korea Utara dikenal dengan sebutan Ssirum, dan Ssireum untuk Korea Selatan.

Gulat ini telah dipraktikan dalam festival pedesaan selama berabad-abad dan memiliki kesamaan dengan sumo di Jepang.

Tapi, gulat tradisional Korea dimulai dengan dua pegulat saling berhadapan. Kemudian mereka memegang selempang kain yang diikatkan di pinggang lawan.

Dengan memakai kekuatan dan teknik, mereka menjatuhkan lawan hingga tubunnya menyentuh tanah.

Baca juga: Kehabisan Material Baja, Korea Utara Berupaya Impor dari China

Halaman:


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X