Bandara Terlewat Sejauh 46 Kilometer akibat Pilot Ketiduran - Kompas.com

Bandara Terlewat Sejauh 46 Kilometer akibat Pilot Ketiduran

Kompas.com - 27/11/2018, 12:05 WIB
Inilah pesawat ringan jenis  Piper PA-31  yang digunakan maskapai penerbangan Vortex Air.Shutterstock Inilah pesawat ringan jenis Piper PA-31 yang digunakan maskapai penerbangan Vortex Air.

HOBART, KOMPAS.com — Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) melakukan investigasi kasus pesawat kargo yang melewati bandara tujuan sejauh 46 kilometer gara-gara pilot dilaporkan tertidur.

Pesawat kargo milik Vortex Air yang terbang dari Kota Devonport di Tasmania menuju King Island tersebut terjadi pada 8 November lalu.

"Selama penerbangan, pilot sempat tertidur sehingga pesawat tersebut melewati King Island sejauh 46 kilometer," kata ATSB.

Baca juga: Pilot Tidur di Kelas Bisnis, Pramugari Diminta Jaga Kokpit

Pilot pesawat jenist Piper PA-31 merupakan satu-satunya orang di dalam pesawat. Ketika pesawat tersebut melewati bandara tujuan sekitar Pukul 07.15 pagi, tidak ada yang mengingatkan dia.

Konsultan penerbangan dari Strategic Aviation Solutions Neil Hansford menjelaskan, dipastikan saat itu pesawat tersebut menggunakan fasilitas autopilot.

Dalam kondisi demikian, katanya, jika pilot tertidur, pesawat tersebut akan terus terbang sampai kehabisan bahan bakar.

"Dalam beberapa kasus tangki bahan bakar harus dialihkan, jadi begitu mengalami kekurangan bahan bakar pesawatnya akan jatuh," ujar Hansford.

Dia memperkirakan pesawat ini membawa persediaan bahan bakar untuk kembali ke Devonport atau ke tempat lainnya.

"Artinya, pesawat itu kemungkinan bisa sampai ke pesisir negara bagian Victoria jika pilotnya tidak terbangun," tambahnya.

ATSB tidak bersedia menjelaskan bagaimana insiden ini terkuak. Lembaga itu juga tidak menjelaskan bagaimana pilot tersebut kemudian terbangun.

ABC mendapatkan informasi bahwa penerbangan dari Devonport ke King Island dapat dihubungi pengendali lalu lintas udara di Melbourne atau Devonport.

Hal itu tergantung apakah pesawat itu secara manual mengganti frekuensi. Namun, yang jelas tidak ada pengendali lalu lintas udara di King Island.

Menurut Hansford, tidak lazim bagi seorang pilot tertidur dalam penerbangan yang relatif singkat dalam jarak sekitar 240 kilometer seperti itu.

"Aturan mengenai pilot mengantuk di Australia sangat ketat," katanya.

"Seharusnya sama sekali tak boleh ada orang yang mengantuk dalam penerbangan tersebut," tambah Hansford.

Dia mengatakan pernah mendengar kasus pilot sengaja tidur dalam penerbangan menuju Rockhampton di Queensland.

Pilot tersebut, katanya, memasang alarm, tetapi lupa bahwa dia perlu mengganti tangki bahan bakar secara manual selama penerbangan.

Baca juga: Pilot Salah Masukkan Data ke Komputer, Boeing 737 Nyaris Celaka

Vortex Air merupakan maskapai penerbangan berusia 25 tahun. Selain mengangkut barang dan penumpang ke Tasmania, maskapai ini juga melayani penerbangan sewaan.

ATSB menyatakan penyelidikannya akan rampung pada kuartal pertama tahun depan.



Close Ads X