Kompas.com - 26/11/2018, 21:31 WIB

KOMPAS.com - Augusto Jose Ramon Pinochet Ugarte, atau dikenal dengan Augusto Pinochet, merupakan presiden sekaligus diktator Chile.

Dia menjabat sebagai presiden ke-29 Chile pada 1974-1990, sebelumnya bertindak sebagai Presiden Pemerintahan Junta pada 1973 sampai 1981.

Sepanjang masa pemerintahannya, dia didakwa melakukan pelanggaran kemanusiaan dengan membunuh 3.197 dan menyiksa sekitar 35.000 orang.

Dia masih menjabat sebagai panglima militer Chile hingga 1998 dan meninggal pada 2006 tanpa pernah diadili atas tuduhannya.

Baca juga: Hakim Cile Minta Maaf kepada Korban Diktator Pinochet

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari Pinochet.

1. Masa Kecil dan Karir Militer
Pinochet lahir pada 25 November 1915 di Valparalso, dan putra dari Augusto Pinochet Vera dan Avelina Ugarte Martinez.

Pinochet bersekolah dari jenjang SD hingga SMA di Seminari San Rafael Valparalso, Institut Rafael Ariztia di Quillota, Sekolah Pria Perancis Valparalso.

Pada 1931, dia masuk ke Sekolah Militer Santiago dan menghabiskan empat tahun kemudian dengan mempelajari geografi militer sebelum lulus dengan pangkat Letnan Dua (alferez).

Dia ditugaskan di Resimen Chacabuco di Concepcion pada September 1937. Dua tahun kemudian, dia dipindahkan ke Resimen Maipo dengan pangkat Sub-Letnan.

Pada 1940, dia masuk Sekolah Infantri dan pada 30 Januari 1943, dia menikah dengan Lucia Hiriart Rodrdiguez. Pasangan itu dikaruniai lima anak.

Di akhir 1945, Pinochet ditugaskan di Resimen Carampangue Iquique. Tiga tahun kemudian, dia seharusnya masuk Akademi Perang.

Namun studi terpaksa ditunda karena sebagai perwira muda, dia harus menunaikan misi pengabdian di kawasan tambang Lota.

Pada 1949, akhirnya di masuk akademi dan lulus sebagai Perwira Kepala Staf. Pada 1951, dia mengajar di Sekolah Militer.

Di awal 1953, Pinochet yang menyandang pangkat Mayor dikirim untuk bertugas Resimen Rancagua di Afrika selama dua tahun.

Baca Juga: 129 Bekas Agen Jenderal Pinochet Diburu

Tiga tahun kemudian bersama perwira muda lainnya, dia dikirim guna melaksanakan misi di Quito selama 4,5 tahun, di mana dia sempat mendalami geopolitik dan intelijen militer.

Di akhir 1959, dia kembali ke Chile dan bertugas di Markas Jenderal Pasukan Divisi 1 yang berbasis di Antofagasta.

Setahun berselang, dia dilantik sebagai komandan resimen Esmeralda. Karena dianggap sukses, dia dipindah menjadi Sub-Direktur Akademi Perang pada 1963.

Pada 1968, Pinochet menjadi Kepala Staf Divisi Kedua yang berbasis di Santiago dan di akhir tahun, menjadi Brigjen dan Panglima Divisi Keenam di Iquique.

Januari 1971, dia menjadi Komandan Jenderal Garnisun Santiago. Pada awal 1972, dia didapuk sebagai Kepala Staf Jenderal.

Dengan mundurnya Jenderal Carlos Prats, Presiden Salvador Allende mengganjar Pinochet sebagai panglima pada 23 Januari 1973.

Baca Juga: Peringatan Kudeta Pinochet Makan Korban

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.