Jika Rusia Berperang Melawan Ukraina, Siapa Bakal Unggul?

Kompas.com - 26/11/2018, 16:22 WIB
Sekelompok pasukan Rusia berpatroli di sekitar pangkalan militer Ukraina di Perevalnoye yang berhasil direbut. Pasukan Ukraina kini sedang mempersiapkan diri untuk meninggalkan semenanjung Crimea. FILIPPO MONTEFORTE / AFPSekelompok pasukan Rusia berpatroli di sekitar pangkalan militer Ukraina di Perevalnoye yang berhasil direbut. Pasukan Ukraina kini sedang mempersiapkan diri untuk meninggalkan semenanjung Crimea.
|

Namun, Rusia tak bisa memobilisasi semua pasukannya untuk melawan Ukraina. Apalagi pasukan Rusia "berserakan" di Kaukasus Utara, perbatasan China, dan dari Pasifik.

Mark Galeotti, seorang pakar dari Center for Global Affairs di Universitas New York, memberikan perkiraannya.

Seperti dikutip situs rfefl.org, Galeotti menyebut dengan kondisi pasukan yang berserakan di banyak tempat, Rusia paling maksimal bisa membolisiasi pasukan dengan kekuatan dua kali militer Ukraina.

Baca juga: Rusia Sita Kapal Perang Ukraina, DK PBB Gelar Rapat Darurat

Dengan kondisi tersebut, maka kondisi di lapangan bisa menjadi amat berimbang dan tak dijamin Rusia bisa mendapatkan kemenangan dengan cepat.

Sejak perang melawan Georgia pada 2008, Moskwa meningkatkan anggaran militernya sebanyak 30 persen untuk memodernisasi dan menggunakan militer sebagai perpanjangan tangan kebijakan luar negerinya.

Di sisi lain, Kiev memiliki sejarah mengucurkan dana amat minim untuk militernya dari yang sudah dianggarkan.

Unit militer terbaik Ukraina dikerahkan bersama NATO dalam berbagai operasi penjaga perdamaian.

Namun, berbagai unit militer lainnya berada dalam kondisi kekurangan dana dan peralatan.

Sebagian alat militer Ukraina masih merupakan warisan lama sejak negeri itu memisahkan dari dari Uni Soviet lebih dari dua dekade lalu.

Christopher Langton, peneliti dari Independent Conflict Research and Analysis di Inggris mengatakan, militer Ukraina juga diguncang proses reformasi.

Proses ini sebenarnya ditujukan untuk membuat militer negeri itu lebih profesional tetapi masih jauh dari sempurna.

Baca juga: Dianggap Langgar Batas, 3 Kapal AL Ukraina Ditembak dan Ditahan Rusia

"Dalam beberapa tahun terakhir sudah terjadi reformasi besar namun dengan anggaran minim dalam program peralatan dan reformasi personel," ujar Langton.

"Ukraina mencoba mengakhiri wajib militer tetapi tidak tercapai. Jadi masih ada unsur wajib militer dan ini menghambat kecepatan pengerahan pasukan Ukraina," tambah Langton.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X