Rusia Ingin Cek Kebenaran Astronaut AS Mendarat di Bulan

Kompas.com - 26/11/2018, 16:00 WIB
Juli 1969, astronot Amerika Serikat, Edwin Buzz Aldrin, terekam di permukaan Bulan dekat bendera AS dalam misi Apollo 11. Aldrin merupakan orang kedua yang berjalan di Bulan setelah Neil Armstrong. Hulton Archive/Arsip KOMPASJuli 1969, astronot Amerika Serikat, Edwin Buzz Aldrin, terekam di permukaan Bulan dekat bendera AS dalam misi Apollo 11. Aldrin merupakan orang kedua yang berjalan di Bulan setelah Neil Armstrong.

MOSKWA, KOMPAS.com — Badan antariksa Rusia menyatakan bakal melakukan misi ke Bulan untuk membuktikan kebenaran klaim Amerika Serikat (AS) bahwa mereka mendarat di Bulan.

"Kami telah menetapkan misi ini untuk memverifikasi apakah benar mereka (AS) sampai di sana atau tidak," kata Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin dalam unggahannya di Twitter.

Baca juga: Rusia Berencana Kirim Astronaut ke Bulan Awal Tahun 2030-an

Dikutip dari Newsweek, Rogozin mengumumkan misi itu setelah mendapat pertanyaan apakah dia percaya Badan Antariksa AS ( NASA) benar-benar mendaratkan manusia ke Bulan.

Saat itu, Rogozin hanya menjawab dengan mengangkat bahu. Menimbulkan spekulasi apakah dia benar-benar serius ataukah sekadar bercanda.

Ini bukan kali pertama negara "Beruang Merah" mempertanyakan klaim AS yang dimulai dari misi Apollo 11 dengan awak Neil Armstrong dan Buzz Aldrin 1969 silam itu.

Pada 2015, juru bicara Komite Investigasi Rusia Vladimir Markin berujar bakal mendukung adanya penyelidikan untuk mendukung klaim AS itu.

Dalam ulasannya di media Izvestia, dia merespons Washington yang menggelar investigasi dugaan korupsi pada badan sepak bola dunia, FIFA.

Markin mengaku heran bagaimana rekaman asli penerbangan itu bisa menghilang. Begitu juga batu Bulan seberat 400 kilogram yang dibawa ke Bumi pada 1969 dan 1972.

"Semua artefak ilmiah, atau mungkin budaya, yang hilang adalah kerugian dunia. Karena itu, investigasi harus digelar untuk mengungkap apa yang terjadi," kata Markin.

Selama ini, dalam teori konspirasi yang beredar, mendaratnya manusia ke Bulan dianggap palsu dan hanya dilakukan di studio.

Halaman:


Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X