Pangeran Saudi Ini Sebut Laporan CIA soal Khashoggi Tak Bisa Dipercaya

Kompas.com - 26/11/2018, 12:19 WIB
Pangeran Turki al-Faisal, anggota senior keluarga Kerajaan Arab Saudi. AP/Kamran JebreiliPangeran Turki al-Faisal, anggota senior keluarga Kerajaan Arab Saudi.

RIYADH, KOMPAS.com - Seorang pangeran Arab Saudi menyuarakan keraguannya terhadap laporan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat ( CIA) tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

The Washington Post memberitakan, CIA menyimpulkan perintah membunuh Khashoggi datang dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman ( MBS).

Baca juga: Ini Tulisan Dua Putri Jamal Khashoggi yang Didedikasikan untuk Sang Ayah

Pangeran Turki al-Faisal, anggota senior kerajaan menuturkan, CIA bukanlah standar tertinggi dalam mengungkap kebenaran maupun akurasi.

"Contohnya sudah banyak," kata Turki kepada jurnalis saat berada di Abu Dhabi, sebagaimana diwartakan Al Jazeera Minggu (25/11/2018).

Pangeran Turki merupakan mantan kepala intelijen Saudi dan pernah menjabat sebagai Duta Besar Saudi bagi AS pada periode 2005-2007.

Dia memberikan contoh kesimpulan CIA bahwa Irak mempunyai senjata kimia sebelum invasi pada 2003 terbukti tidak akurat dan tak bisa diandalkan.

"Laporan itu sangat tidak akurat dan salah, yang menuntun kepada perang skala besar dan menyebabkan ribuan orang terbunuh," ujar Turki.

Pangeran berusia 73 tahun itu mengaku heran mengapa CIA tidak diadili di AS. "Itu adalah jawaban saya atas penilaian mereka," ucapnya.

Khashoggi dibunuh ketika hendak mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Riyadh mengumumkan bahwa kolumnis The Post itu dibunuh menggunakan obat bius dosis tinggi dan jenazahnya dimutilasi di dalam gedung.

Sementara Turki berdasarkan bukti rekaman yang mereka peroleh menuturkan Khashoggi dicekik menggunakan kantong plastik atau tali sesaat setelah dia masuk ke konsulat.

Media Turki memberitakan Direktur CIA Gina Haspel berkata kepada otoritas setempat bahwa pihaknya memperoleh rekaman percakapan MBS.

Dalam percakapan tersebut, dilaporkan putra mahkota berusia 33 tahun itu memberikan instruksi untuk "menutup mulut" Khashoggi.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa laporan CIA tidak bersifat menentukan, dan memilih untuk mengumumkan dukungannya kepada Saudi.

Baca juga: MBS Jalani Tur ke Negara Arab, Pertama Kali sejak Kasus Khashoggi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X