Kompas.com - 26/11/2018, 08:07 WIB
Burung camar terbang melewati bendera Angkatan Laut Ukraina yang ditempatkan di perbatasan kapal patroli di pelabuhan komersial Mariupol di Laut Azov. Foto ini diambil pada 14 Agustus 2018. (AFP/Aleksey Filippov) Burung camar terbang melewati bendera Angkatan Laut Ukraina yang ditempatkan di perbatasan kapal patroli di pelabuhan komersial Mariupol di Laut Azov. Foto ini diambil pada 14 Agustus 2018. (AFP/Aleksey Filippov)

KIEV, KOMPAS.com - Rusia mengaku telah menyita tiga kapal milik Angkatan Laut Ukraina secara paksa di selat dekat Crimea yang dianeksasi.

Hal tersebut memicu alarm di antara sekutu Barat Ukraina dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi militer.

Sebelumnya, militer Ukraina mengatakan pada Minggu (25/11/2018), kapal Rusia telah menembaki dan menahan tiga kapalnya di dekat Crimea, di Selat Kerch, jalur perairan yang menghubungkan Laut Azov dengan Laut Hitam.

Baca juga: Jet Tempur Ukraina Jatuh Saat Latihan NATO, Pilot Asal AS Tewas

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan kapal perang kecil Berdyansk dan Nikopol, serta kapal tunda Yana Kapu diserang.

"Kapal-kapal ditangkap oleh pasukan khusus Rusia," demikian pernyataan kementerian, seperti diwartakan CNN.

Sebanyak 6 dari pelaut Ukraina terluka dalam insiden tersebut. Sementara, kapal tunda dan Berdyansk dilumpuhkan oleh pasukan Rusia dan ditarik keluar oleh AL Rusia.

Sedangkan kapal Nikopol tidak mengalami kerusakan, tapi juga berada di bawah kendali Rusia.

AFP melaporkan, insiden itu terjadi ketika kapal-kapal AL Ukraina sedang menuju selat ke pelabuhan Mariupol.

"Untuk menghentikan kapal-kapal militer Ukraina, senjata digunakan," ujar petugas keamanan intelijen Rusia, FSB.

Tiga kapal AL Ukraina itu juga digeledah. Sementara, tiga anggota FSB juga mengalami luka yang tidak mengancam jiwa dan telah menjalani perawatan medis.

"Setelah menembus perbatasan Rusia, tiga kapal Ukraina antara lain Berdyansk, Nikopol, dan Yani Kapu, mencoba lagi pada 25 November pukul 19.00 (waktu Moskwa) untuk melakukan tindakan ilegal di perairan teritorial Rusia," ujar FSB.

Baca juga: Di Ukraina, Siswa Sekolah Diajari Cara Menghadapi Ranjau Darat

Rusia menuduh Ukraina secara ilegal memasuki perairannya dan sengaja memprovokasi konflik. Seperti diketahui, Rusia mengklaim perairan Crimea setelah mencaplok semenanjung pada 2014.

Sementara, Laut Azov merupakan jalur ekonomi penting bagi Ukraina karena menghubungkan kota pelabuhan Mariupol dengan Laut Hitam.

Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri Ukraina menganggap tindakan agresif itu sebagai pelanggaran internasonal.



Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X