Militer Korsel Pertimbangkan Tentaranya Boleh Pakai Ponsel Pribadi

Kompas.com - 23/11/2018, 17:29 WIB
Anggota militer Korea Selatan saat menyaksikan aksi demonstrasi di Expo Pertahanan Korea 2018 di Pocheon, 11 September 2018. AFP / JUNG YEON-JEAnggota militer Korea Selatan saat menyaksikan aksi demonstrasi di Expo Pertahanan Korea 2018 di Pocheon, 11 September 2018.

SEOUL, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Korea Selatan tengah mempertimbangkan untuk memperbolehkan tentaranya untuk membawa dan menggunakan ponsel pribadi selama tidak bertugas.

Langkah tersebut demi menjauhkan para tentara Korea Selatan dari perasaan terisolasi selama menjalankan tugas.

Dilansir dari United Press International dari Yonhap News, pihak kementerian telah melakukan uji coba dan survei terhadap 36 unit tentara mengenai efek penggunaan ponsel pribadi tersebut.

Selama uji coba, tentara diperbolehkan menggunakan ponsel pribadi dari pukul 18.00 hingga 22.00 malam di hari kerja, serta mulai pukul 09.00 hingga 22.00 di akhir pekan dan hari libur.

Hasil survei menunjukkan bahwa tentara lebih sedikit terisolasi setelah diizinkan menggunakan peralatan pribadi mereka.

Baca juga: Kandidat asal Korea Selatan Terpilih sebagai Presiden Baru Interpol

"Beberapa menyebutkan, penggunaan perangkat ponsel pintar memungkinkan mereka untuk mencari informasi seputar pembelajaran pribadi mereka," kata Lee Tae-in dari satuan tugas pengembangan budaya militer di Kementerian Pertahanan.

Kementerian kini diharapkan untuk dapat memutuskan pada bulan depan, apakah bakal mengizinkan tentara di seluruh unit untuk menggunakan ponsel pribadi.

Selain dampak berkuranganya rasa terisolasi, pertimbangan lain dari masalah penggunaan ponsel pribadi oleh tentara adalah berkaitan dengan keamanan dan kerahasiaan informasi.

"Ada beberapa pelanggaran aturan untuk menggunaan ponsel, seperti menggunakannya di luar jam yang diizinkan, serta menggunakan ponsel yang tidak sah," tambah Lee.

Penggunaan ponsel pribadi oleh para tentara berarti akan meningkatkan risiko kebocoran informasi maupun dokumen rahasia militer. Hal tersebut dapat mengancam pertahanan nasional.

Sebuah petisi online yang menentang rencana penggunaan ponsel pribadi di militer telah diluncurkan melalui situs kepresidenan pada Maret lalu.

Hasilnya, sebagian besar menentang karena risiko adanya pengiriman rahasia militer yang dapat merusak kedisiplinan militer serta kemampuan pertahanan nasional.

Baca juga: AS dan Korea Selatan Kembali Gelar Latihan Militer Gabungan

Korea Selatan termasuk salah satu negara di dunia yang masih memberlakukan wajib militer bagi warganya yang berusia 18 hingga 35 tahun.

Setiap warga yang sehat jasmani dan rohani diharuskan memberikan pelayanan dan bergabung di militer selama sekitar dua tahun. Aturan tersebut berlaku hampir tanpa terkecuali, termasuk bagi para selebriti.



Sumber UPI
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X