Tambah Tiga Karakter dalam Falsafah Presiden Xi, Editor Surat Kabar China Didenda

Kompas.com - 23/11/2018, 13:06 WIB
Presiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan Kongres Rakyat Nasional di Beijing, 20 Maret 2018. AFP / NICOLAS ASFOURIPresiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan Kongres Rakyat Nasional di Beijing, 20 Maret 2018.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China ketat dalam menindak kesalahan berkaitan dengan ideologi politik terhadap rakyatnya. Tidak hanya kepada anggota partai maupun pejabat, namun juga media.

Dua editor di sebuah surat kabar di China dijatuhi sanksi denda, setelah meloloskan kesalahan penulisan dalam kalimat falsafah politik Presiden Xi Jinping.

Liu Hui dan Wang Gehua, dua editor di surat kabar Shaanxi Daily, dijatuhi denda masing-masing 5.000 yuan (sekitar Rp 10,5 juta) dan 10.000 yuan (Rp 21 juta).

Keduanya dianggap bersalah telah lalai memeriksa naskah tulisan sehingga meloloskan kesalahan tulisan dalam istilah falsafah politik Presiden Xi.

Falsafah politik Xi secara resmi disebut Xi Jinping xin shidai zhongguo tese shehui zhuyi sixiang, yang berarti "Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme Era Baru dengan Karakteristik China".

Baca juga: Siram Poster Xi Jinping dengan Tinta, Perempuan China Ditahan

Namun dalam artikel yang memberitakan tentang pertemuan Asosiasi Seniman Shaanxi pada 15 November, terdapat tambahan tiga karakter, yakni Zong Shu Ji, yang berarti "Sekretaris Jenderal" setelah nama Xi Jinping.

Hal itu mengacu pada jabatan Xi dalam Partai Komunis China.

Kendati dalam pengertian tidak ada kesalahan, namun aturan ketat yang dicanangkan pemerintah adalah menuliskan falsafah presiden tersebut dengan tepat 16 karakter, tidak lebih dan tidak kurang.

Kesalahan penulisan tersebut baru disadari tim koreksi pada pagi hari saat edisi surat kabar tersebut dipublikasikan.

Dalam memo internal yang diperoleh SCMP, kesalahan itu disebut sebagai kesalahan politik yang besar, dan sebagai editor yang bertanggung jawab, Wang didenda 10.000 yuan, sementara Liu didenda 5.000 yuan.

Falsalah pemikiran Xi tersebut pertama kali disampaikan presiden pada Oktober 2017, saat dia membuka kongres ke-19 Partai Komunis China dalam pidatonya sepanjang tiga jam.

Baca juga: Xi Jinping: Hanya Sosialisme yang Bisa Menyelamatkan China

Falsalah Xi tersebut sekaligus menandai dimulainya masa jabatan kedua Xi sebagai presiden dan telah dimasukkan dalam konstitusi partai.

Sejak saat itu, slogan-slogan yang mempromosikan ideologi telah dimasukkan dalam poster serta reklame yang dipasang di kota-kota besar di seluruh China.

Siswa sekolah juga telah diberitahu untuk menanamkan Pemikiran Xi dalam benak mereka. Puluhan lembaga di universitas ternama juga memulai penelitian untuk mempelajari doktrin baru tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X