Tolak Kerjakan PR, Bocah 9 Tahun Tewas Dipukuli Anggota Keluarganya

Kompas.com - 22/11/2018, 23:23 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.

MULHOUSE, KOMPAS.com - Seorang bocah laki-laki usia 9 tahun dipukuli hingga tewas oleh empat anggota keluarganya di rumah di kota Mulhouse, Perancis.

BBC mewartakan pada Kamis (22/11/2018), insiden terjadi karena bocah tersebut menolak mengerjakan PR sehingga dipukuli dengan gagang sapu.

Secara total, polisi menangkap empat anggota keluarga anak itu, termasuk ibunya yang meski tidak berada di rumah saat peristiwa pemukulan berlangsung.

Namun, polisi tetap menahannya karena dia mengetahui apa yang terjadi.


Baca juga: Massa Rompi Kuning di Perancis Demo Kenaikan BBM, 1 Orang Tewas

Sang ibu sedang dalam perjalanan bisnis tapi secara aktif mendorong agar hukuman itu dilakukan sebagai konsekuensi karena tolak mengerjakan PR.

Sementara kakak laki-laki, kakak perempuan dan saudara tirinya ada pada saat kejadian.

Bocah yang tidak disebutkan namanya itu meninggal dunia pada Minggu pagi lalu.

Laporan awal dan pemeriksaan autopsi mendorong polisi untuk melanjutkan penyelidikan. Memar ditemukan pada tubuh bocah, terutama di kakinya.

Kendati dia mengalami serangan jantung, namun ahli patologi menyatakan penyebab kematian anak tersebut akibat pukulan yang dideritanya.

Sumber polisi mengatakan, bocah itu dipukuli oleh benda-benda tumpul.

Kini, keempat anggota keluarga telah ditahan di Mulhouse pada Kamis (22/11/2018) dan akan muncul dihadapan jaksa jelang penyelidikan yudisial.

Meski kakak laki-laki (19) korban diduga melakukan pembunuhan, namun hakim tetap akan melakukan investigasi lebih lanjut.

Baca juga: Mutiara dan Liontin Ratu Perancis yang Tewas Dipenggal Laku Rp 531 Miliar

Kematian bocah tersebut bersamaan dengan upaya Majelis Nasional Perancis untuk mempertimbangkan larangan pemukulan anak-anak.

Dengan begitu, anak berhak atas pendidikan yang bebas dari kekerasan. Orangtua akan dilarang memakai kekerasan fisik atau verbal, hukuman fisik dan penyalahgunaan moral kepada anak-anak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X