Kompas.com - 22/11/2018, 18:55 WIB
Foto yang disediakan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, menunjukkan pasukan Korsel dan Korut selama operasi bersama di dekat Garis Demarkasi Militer untuk membangun jalan taktis melalui zona demiliterisasi. YONHAP NEWS / SOUTH KOREAS DEFENSE MINISTRYFoto yang disediakan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, menunjukkan pasukan Korsel dan Korut selama operasi bersama di dekat Garis Demarkasi Militer untuk membangun jalan taktis melalui zona demiliterisasi.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara dan Korea Selatan akan membangun ruas penghubung jalan taktis sepanjang tiga kilometer yang melintasi garis demarkasi militer, Kamis (22/11/2018).

Ruas jalan penghubung itu akan dibangun di Bukit Anak Panah dan akan digunakan untuk melanjutkan proses penyerahan sisa-sisa jenazah korban Perang Korea yang dijadwalkan dilakukan antara April hingga Oktober tahun depan.

Ruas jalan penghubung itu akan menjadi yang pertama kalinya dibangun oleh kedua Korea dalam 14 tahun terakhir.

Kedua Korea sebelumnya sempat membangun jalan penghubung pertama di pantai barat pada 2003 dan yang kedua di pantai timur selang satu tahun kemudian.

Ruas jalan penghubung kali ini memiliki panjang tiga kilometer serta lebar 12 meter dan menyeberangi garis demarkasi militer di zona demiliterisasi.

Jalan tanah itu terbagi menjadi 1,7 kilometer di sisi Korea Selatan dan 1,3 kilometer di sisi Korea Utara.

Baca juga: Dua Korea Mulai Hancurkan Pos Penjagaan di Zona Demiliterisasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(Pembangunan jalan penghubung) Ini membawa makna besar karena dibangun di Cheorwon yang terletak di pusat semenanjung dan menjadi yang pertama sejak Perjanjian Gencatan Senjata ditandatangani," kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam siaran pers yang dilansir Yonhap, Kamis (22/11/2018).

"Hal ini turut bermakna historis karena membuka jalan bagi upaya untuk secara praktis mendorong proyek bersama yang bertujuan menyembuhkan luka perang melalui jalan ini yang dibangun di pusat salah satu lokasi pertempuran paling sengit," tambah pernyataan itu.

Korea Utara dan Selatan, sejak Oktober, telah membangun ruas jalan dan membersihkan wilayah punggung bukit dari ranjau untuk memastikan proyek pengiriman sisa jenazah korban Perang Korea dalam berlangsung aman.

Jalan tersebut nantinya akan digunakan untuk mengangkut personil dan juga peralatan yang digunakan dalam proses penerimaan sisa jenazah tentara korban Perang Korea.

Diperkirakan ada lebih dari 200 sisa tentara Korea Selatan dan puluhan pasukan Komando PBB (UNC), termasuk pasukan AS dan Perancis korban peperangan pada 1950-1953 yang hingga kini masih disemayamkan di Korea Utara.

Baca juga: Dua Korea Sepakat Lucuti Senjata Api di Zona Demiliterisasi Pekan Ini

Proyek pembangunan ruas jalan penghubung antar-Korea tersebut sebagai salah satu hasil kesepakatan dalam pertemuan ketiga antara Presiden Moon Jae-in dengan Kim Jong Un di Pyongyang pada September lalu.

Perjanjian lainnya mencakup serangkaian pembangunan kepercayaan diri dan langkah-langkah pengendalian senjata konvensional, termasuk perlucutan senjata di area keamanan bersama di zona demiliterisasi, demi mencegah bentrokan yang tak disengaja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.