Otoritas Korea Utara Tangkap Pria Pensiunan yang Berusaha Membelot

Kompas.com - 22/11/2018, 17:17 WIB
Tentara Korea Selatan dan Korea Utara berdiri di sisi masing-masing di Desa Panmunjom. Ed Jones / Agence France-Presse-Getty ImagesTentara Korea Selatan dan Korea Utara berdiri di sisi masing-masing di Desa Panmunjom.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Otoritas Korea Utara dikabarkan telah menahan seorang pria pensiunan yang dituduh mengkritik pemerintah dan mencoba membelot.

Dilaporkan Radio Free Asia (RFA), pensiunan berusia 60 tahun itu merupakan mantan wakil ketua komite rakyat di Kota Hyesan, Provinsi Yanggang.

Pria tersebut pensiun pada bulan Oktober lalu dan ditahan pada 3 November. Dia dituduh telah melayangkan kritikan terhadap pemimpin tertinggi, Kim Jong Un.

"Pensiunan kader itu mengatakan, pemimpin tertinggi telah melakukan inspeksi ke wilayah Samjiyon di Provinsi Yanggang sebanyak tiga kali, tetapi tidak mengurus kehidupan rakyat, sementara menyerukan pada pembangunan nasional," kata sumber RFA, dilansir United Press International.

Pria itu ditahan setelah bercerita kepada seorang rekan yang dia percaya, yang kemudian melaporkannya.

Baca juga: Pembelot Korut: 80 Persen Generasi Saya Tak Setia pada Kim Jong Un

"Petugas keamanan yang dia percaya adalah seseorang yang telah diinstruksikan oleh badan keamanan untuk melaporkan ideologi pensiunan kader," kata sumber.

Pria itu dilaporkan berusaha melarikan diri dan membelot setelah menyadari bahwa dirinya telah tertangkap basah menyiarkan pandangan anti-Kim.

Tidak dijelaskan apakah pria itu berencana untuk menyeberang ke Korea Selatan atau melarikan diri ke China di mana warga Korea Utara tidak akan dianggap sebagai pengungsi.

Pemerintah Korea Selatan baru-baru ini telah mengubah undang-undang pemukiman kembali bagi para pengungsi Korea Utara, memberi mereka perlindungan yang lebih besar, meski harus melibatkan Pyongyang.

Undang-undang sebelumnya mengharuskan pembelot untuk mengajukan permohonan suaka setelah tenggat waktu satu tahun sejak tiba di Korea Selatan.

Undang-undang itu membuat lebih dari 200 warga Korea Utara berada dalam kecemasan.

Namun kini, para pembelot Korea Utara dapat mengajukan permohonan suaka dalam tiga tahun sejak mereka tiba di Selatan.

Baca juga: Dihukum Mati 49 Tahun Silam, Pembelot Korut Dibebaskan dari Tuduhan



Sumber UPI
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X