Kompas.com - 22/11/2018, 15:26 WIB

PORT BLAIR, KOMPAS.com - Saat pertama kali tiba di Pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman, India, John Allen Chau membawa hadiah seperti bola sepak dan ikan.

Turis Amerika Serikat (AS) tertarik berinteraksi dengan Suku Sentinel, salah satu suku pedalaman yang disebut paling berbahaya di dunia.

Dia sempat berusaha masuk ke pulau pada 15 November namun gagal. Karena itu, dia berniat kembali dengan persiapan lebih matang.

Baca juga: Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman

AP via Hindustan Times mewartakan Kamis (22/11/2018), Chau kembali lagi pada 16 November setelah menawarkan uang kepada nelayan lokal.

Kali ini usahanya berhasil. Setelah itu kejadian tidak diketahui hingga pagi hari berikutnya (17/11/2018) nelayan lokal menyaksikan pemandangan mengerikan.

Mereka melihat Suku Sentinel yang dikenal masih menganut kebudayaan prasejarah berburu dan meramu itu menggotong tubuh Chau sepanjang pantai.

Pria 27 tahun tersebut dilaporkan tewas dipanah suku tersebut. Namun penyebab pastinya belum diketahui karena jenazahnya masih di Sentinel Utara.

Direktur Jenderal Kepolisian India di Kepulauan Andaman dan Nicobar Dependera Pathak berkata, pihaknya menahan tujuh nelayan yang dianggap membantu Chau.

Dia berkata, Chau memberikan uang 325 dollar, sekitar Rp 4,7 juta, kepada nelayan itu untuk membantunya mendekat ke Sentinel Utara, di mana dia melanjutkan sisa perjalanan dengan kayak.

Pathak juga mengatakan pemerintah bakal bekerja sama dengan antrolog untuk mendapatkan kembali jenazah Chau dari pulau.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.