Australia Berencana Cabut Kewarganegaraan Warganya yang Jadi Teroris

Kompas.com - 22/11/2018, 13:13 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.

CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Australia mengumumkan rencana untuk mencabut kewarganegaraan warganya yang terlibat dalam kasus terorisme.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, pemerintahannya perlu memperluas kekuasaan dengan kewenangan untuk mencabut kewarganegaraan dari warganya yang dinyatakan bersalah melakukan tindakan teroris.

Hal itu didorong serangkaian rencana dan serangan yang terinspirasi kelompok teroris yang terjadi di negaranya.

"Mereka yang telah melakukan tindakan terorisme sama dengan telah menolak sepenuhnya segala sesuatu yang dibela oleh negara," kata Morrison dalam konferensi pers, Kamis (22/11/2018).

"Ini merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolerir. Bagi mereka yang ingin terlibat dalam kegiatan semacam itu, berarti mereka memiliki kewarganegaraan di tempat lain atau kami meyakini seperti itu dan mereka dapat pergi," tambahnya dilansir AFP.

Baca juga: Polisi Australia Tangkap 3 Pria Perencana Aksi Teror di Melbourne

Undang-undang kewarganegaraan Australia saat ini memungkinkan otoritas berwenang untuk mencabut kewarganegaraan dari warganya yang dijatuhi hukuman penjara enam tahun atau lebih atas kejahatan teroris.

Tetapi pencabutan kewarganegaraan itu hanya jika mereka memiliki kewarganegaraan ganda.

Morrison menyebut pembatasan itu tidak masuk akal dan menyerukan perlunya hukuman diperluas kepada siapa pun yang melakukan tindakan kejahatan teroris, bahkan terhadap warga Australia asli.

Mereka yang telah dicabut kewarganegaraannya diharapkan bisa mendapatkan kewarganegaraan di negara lain.

Pemerintah konservatif Australia akan mengajukan rancangan perubahan undang-undang kewarganegaraan itu pada akhir tahun untuk diamandeman dan diharapkan dapat segera diberlakukan.

Menteri Dalam Negeri Peter Dutton menyebut setidaknya ada tujuh serangan berhubungan dengan teroris yang terjadi di Australia sejak 2014, jumlah tersebut tidak termasuk 15 rencana serangan yang berhasil digagalkan otoritas berwenang.

Baca juga: Tiga Juta Orang di Dunia Tidak Punya Kewarganegaraan

Sejauh ini telah ada sembilan terpidana teroris yang telah dicabut kewarganegaraannya berdasarkan undang-undang yang berlaku saat ini.

"Kami menilai setidaknya ada sekitar 50 warga negara ganda Australia yang memenuhi syarat untuk dicabut kewarganegaraannya berdasarkan aturan yang berlaku saat ini dan akan lebih banyak lagi setelah perubahan yang kami umumkan berlaku," kata Dutton.

Tindakan keras yang diusulkan pemerintah tersebut tak bebas dari aksi penolakan, terutama datang dari komunitas Muslim di Australia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X