Kompas.com - 20/11/2018, 12:49 WIB
Presiden AS Donald Trump memegang papan yang menunjukkan rencana penjualan berbagai senjata ke Arab Saudi saat bertemu Pangeran Mohammed bin Salam di Ruang Oval, Gedung Putih, Rabu (20/3/2018). MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump memegang papan yang menunjukkan rencana penjualan berbagai senjata ke Arab Saudi saat bertemu Pangeran Mohammed bin Salam di Ruang Oval, Gedung Putih, Rabu (20/3/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi membuat posisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilematis.

Sebab sejumlah pakar menuturkan Trump berada dalam dua pilihan sulit: mengecam Saudi atau mempertahankan hubungan bilateral.

"Hanya itu pilihan yang ada," kata Michele Dunne, pakar Timur Tengah dari Carnegie Endowment for International Peace dikutip AFP Selasa (20/11/2018).

Baca juga: CIA: MBS Perintahkan untuk Bunuh Jamal Khashoggi

Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, ketika mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Awalnya Riyadh bersikukuh jurnalis berusia 59 tahun itu telah meninggalkan gedung, sebelum mengakui dia dibunuh di dalam konsulat.

Harian New York Times dan The Washington Post melaporkan Badan Intelijen Pusat (CIA) yakin perintah membunuh Khashoggi datang dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Namun Trump sempat menyatakan bahwa laporan itu masih terlalu prematur, dan MBS berulang kali berkata dia tak terlibat.

Dunne berkata, Trump bisa memilih meyakini data intelijennya dan menuruti keinginan Kongres AS, baik langsung atau tak langsung, bahwa AS tak bakal bekerja sama dengan MBS.

Pilihan ini bukannya tak berisiko mengingat menantu Trump, Jared Kushner, dilaporkan mempunyai hubungan yang dekat dengan MBS.

Namun, Dunne menjelaskan mengakhiri relasi dengan putra Raja Salman tersebut tak serta merta bakal merusak relasi dua negara.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X