Kompas.com - 20/11/2018, 08:14 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Pembelot Korea Utara (Korut) yang selamat ketika berusaha melarikan diri ke Korea Selatan (Korsel) menceritakan pandangan generasinya tentang Kim Jong Un.

Oh Chong Song menjadi perbincangan ketika melarikan diri ke wilayah Korsel pada November 2017. Saat itu, dia selamat meski menderita lima luka tembak.

Kepada harian Jepang Sankei Shimbun via Sky News Senin (19/11/2018), Oh berkata dia tidak mempunyai kesetian kepada Kim.

Baca juga: Tentara Korut yang Membelot Tahun Lalu Mengaku Anak Seorang Jenderal

Di dalam Korut, tentara pembelot berusia 25 tahun itu mengatakan warganya merasa masa bodoh dengan sekitarnya, politik, hingga para pemimpin.

Dia berujar, meski berasal dari "kelas atas" karena anak seorang mayor jenderal, dia tidak mempunyai rasa setia kepada Kim.

"Saya pikir, sekitar 80 persen generasi saya juga acuh tidak acuh dan tidak mempunyai kesetiaan kepadanya (Kim)," kata Oh.

Dia menilai wajar jika generasinya tak setia karena Kim memperoleh kekuasaan sebagai warisan, dan dianggap tidak mampu menyejahterakan rakyatnya.

"Kelaparan masih menjadi isu utama. Jika tak punya uang atau kekuasaan, Anda bakal meninggal di selokan," ungkap Oh dilansir CNN.

Dia berujar ketika masih bertugas sebagai polisi, dia pernah melepaskan pelaku kejahatan setelah mendapatkan sejumlah uang.

Jika tidak mendapatkan uang sesuai dengan permintaannya, Oh mengatakan si pelaku bakal mendekam di penjara dalam waktu yang lama.

Lebih lanjut, Oh membantah laporan media Korsel bahwa dia menjadi buronan di Korut karena terjerat kasus pembunuhan.

Dia bercerita saat hari pelariannya, dia minum-minum untuk setelah terlibat masalah dengan sejumlah rekannya. Saat kembali ke posnya, dia menerobos pos pemeriksaan.

Karena takut dieksekusi, dia memutuskan untuk melarikan diri melalui zona demiliterisasi ke wilayah Korsel dengan dihujani tembakan.

Dia mengungkapkan si penembak merupakan teman-temannya sendiri. Namun Oh mengaku memaklumi tindakan mereka dengan berujar dia bakal melakukan hal sama jika di posisi mereka.

"Jika mereka tidak menembak saya, maka mereka bakal mendapat hukuman," kata Oh yang tak bersedia mengungkap masalah apa yang dialaminya hingga berujung pelariannya.

Kementerian Unifikasi Korsel yang menangani hubungan antar-Korea, termasuk aksi pelarian tentara Korut, menolak berkomentar.

Baca juga: Kisahkan Pelecehan Seksual, Pembelot Wanita Korut: Kami seperti Mainan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.