Kompas.com - 19/11/2018, 21:00 WIB
Pasukan Taliban. AFP PHOTOPasukan Taliban.

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban mengonfirmasi telah mengadakan pembicaraan dengan pejabat Amerika Serikat di Qatar untuk mengakhiri konflik di Afghanistan.

Namun, belum ada kesepakatan yang berhasil dicapai. Demikian pernyataan dari kelompok Taliban pada Senin (19/11/2018), seperti dikutip dari AFP.

Pejabat senior Taliban mengaku bertemu dengan delegasi AS berpangkat tinggi di Qatar pada 14-16 November lalu. Namun, pihak dari "Negeri Paman Sam" belum memberikan keterangan terkait hal ini.

Baca juga: Taliban Sepakat Kirim Delegasi ke Pertemuan di Rusia

Sebagai informasi, Taliban memiliki kantor di Doha, yang berfungsi semacam kedutaan de-facto.

"Ini merupakan pembicaraan awal dan tidak ada kesepakatan yang dicapai mengenai masalah apa pun," kata juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid.

"Kami ingin meyakinkan anggoya kami dan negara muslim kami bahwa perwakilan Emirat Islam tidak akan pernah menyetujui apapun, yang tidak mematuhi prinsip-prinsip Islam," imbuhnya.

Sehari sebelumnya, utusan AS Zalmay Khalilzad berharap adanya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang 17 tahun, sebelum digelarnya pemilu presiden Afghanistan pada April 2019.

Sementara itu, Khalilzad berada di Kabul usai menggelar pertemuan regional dengan pejabat pemerintah Afghanistan untuk mengoordinasikan upaya mengakhiri konflik.

Dalam pertemuan tersebut, dia mengatakan kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengenai landasan untuk pembicaraan intra-Afghanistan lebih siap daripada sebelumnya.

Pertemuan kedua antara Taliban-AS ini terjadi ketika serangan terhadap pasukan keamanan Afghanistan semakin meningkat.

Baca juga: Rusia Bakal Jadi Tuan Rumah Pertemuan Afghanistan dengan Taliban

Jumlah korban tewas dari kalangan tentara dan polisi Afghanistan hampir mencapai 30.000 orang sejak awal 2015.

Diwartakan Al Jazeera, sebelumnya lima delegasi dari Taliban menghadiri pembicaraan di Moskwa untuk pertama kalinya dalam konferensi internasional untuk membahas upaya perdamaian Afghanistan pada pekan lalu.

"Fase kedua (pembahasan) harus digelar di Afghanistan tentang bagaimana mweujudkan perdamaian dan membentuk pemerintahan," ujar juru bicara Taliban di Qatar, Sohail Shaheen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X