Kompas.com - 19/11/2018, 20:10 WIB

Mereka juga memprotes tindakan para migran yang merokok ganja, membuang sampah sembarangan, dan tidak menghargai kemurahan hati kota.

"Mereka mengeluhkan tentang makanan," ucap Javier Alvarez, penduduk Tijuana.

Pada Jumat lalu, Institut Migrasi Nasional Meksiko melaporkan 2.679 migran telah tiba di Tijuana, dengan lebih dari 1.500 lainnya berencana menuju kota tersebut.

AFP mewartakan, sekitar 200 imigran dari El Salvador baru memulai perjalanan mereka untuk meraih "American dream".

Baca juga: Militer Tolak Keinginan Trump untuk Bangun Pusat Penahanan Migran

Dengan menggunakan bus, mereka menuju Sonsonate untuk meninggalkan kekerasan geng dan kemiskinan.

Dari sana, mereka ingin mencapai Guatemala, dan kemudian Amerika Serikat. Mereka tahu, itu akan sulit direalisasikan tanpa visa AS.

"Saya tidak punya banya pilihan. Saya tidak ingin pergi, tapi apa yang harus saya lakukan di sini, sendirian dengan dua anak," ucap Cecilia Bonilla, yang membawa dua anaknya, Steven (5) dan Daniel (13).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.