Sekarang India Punya Rumah Sakit Khusus untuk Gajah

Kompas.com - 19/11/2018, 13:53 WIB
Seekor gajah yang berada di sebuah tempat wisata di negara bagian Rajashtan, India. ShutterstockSeekor gajah yang berada di sebuah tempat wisata di negara bagian Rajashtan, India.

NEW DELHI, KOMPAS.com - India untuk pertama kalinya memiliki rumah sakit untuk merawat gajah yang terluka atau sakit.

Rumah sakit gajah itu didirikan di kota suci Mathura, di negara bagian Uttar Pradesh dan mulai beroperasi pada pekan lalu.

Siang itu, Asha, seekor gajah berusia 49 tahun, menjadi pasien pertama. Dibantu seorang staf rumah sakit, kaki kirinya yang terluka sedang diperiksa seorang dokter hewan.

Baca juga: Bertugas Memburu Harimau, Seekor Gajah Malah Mengamuk

Sejumlah pengunjung, melalui kamera ponselnya, terlihat mengabadikan peristiwa itu. Beberapa juru kamera juga sibuk mengambil proses perawatan tersebut.

Dibantu para stafnya yang mengenakan rompi biru, salah seorang dokter memeriksa kaki Asha dengan menggunakan alat pemindai di sebuah ruangan besar berberatap tinggi.

Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, rumah sakit untuk gajah ini antara lain dilengkapi alat pemindai nirkabel, serta ultrasonografi.    

Rumah sakit tersebut juga memiliki ruangan untuk peristirahatan gajah dan fasilitas karantina.

Dan, kehadiran sarana kesehatan khusus gajah ini juga menarik wisatawan asing dan lokal.

Rumah sakit gajah, yang diresmikan pada Jumat di kota suci Mathura, berdiri di kawasan seluas 12.000 meter persegi.

Kehadirannya memang dirancang untuk mengobati gajah yang terluka atau sakit.

"Saya pikir dengan membangun rumah sakit, kami ingin mengatakan bahwa gajah membutuhkan kesejahteraan seperti halnya hewan lainnya," kata Geeta Seshamani, salah seorang pendiri LSM Wildlife SOS, yang berperan dalam pendirian rumah sakit ini, kepada Reuters TV.

"Menguasai gajah tidak berarti kita memperlakukan mereka seenaknya, tapi sebaliknya harus menghargainya," tegasnya.

Gajah yang dipuja secara simbolis dari sisi budaya dan agama, tetapi di India, mereka juga diperlakukan dengan buruk oleh para pawang.

Mereka juga seringkali menjadi korban sengatan listrik, perburuan, tertabrak kereta api, keracunan, ungkap aktivis hak-hak binatang.

Pada 2017, populasi gajah India berjumlah 27.312, turun dari angka 29.391-30.711 pada 2012, menurut data pemerintah.

Ratusan gajah di seluruh India, yang menyumbang setengah populasi gajah di benua Asia, berada di penangkaran.

Dan para gajah di penangkaran ini seringkali mereka mengalami penyiksaan, berupa pukulan melalui kait logam.

Rumah sakit gajah, yang terletak di tepi Sungai Yamuna, berdekatan dengan pusat konservasi dan perawatan gajah Wildlife SOS yang saat ini menampung 22 ekor gajah.

Elizabeth Ritson, seorang turis dari Australia, mengatakan dia gembira melihat ada rumah sakit khusus untuk gajah di India.

"Lihatlah, mereka jauh lebih bahagia," katanya.

Baca juga: 16 Tahun Dipaksa Bekerja, Gajah Buta Ini Akhirnya Mendapat Kebebasan

Gajah memiliki arti penting dalam kebudayaan India. Gajah kerap ditampilkan secara mencolok dalam festival atau prosesi upacara adat di wilayah selatan negara itu.

Mereka juga digunakan sebagai atraksi wisata di lokasi bersejarah atau istana di wilayah utara dan barat India.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X